Segelintik

by - 5:02 AM

aku tidak tau harus seperti apa? Aku pun tidak tau aku dipihak salah atau benar?

Aku salah?

Apanya yang salah? Salah karna apa? Aku mencari-cari letak kesalahan yang bersembunyi di balik kesombongan merasa paling benar. Benar? Aku tidak tau

aku bertanya pada otakku yang terus berpikir keras.

Hai aku sebenarnya salah apa? Apa yang ku lakukan? Apa yg ku perbuat sampai-sampai aku selalu mendapatkan cercaan yang menyakitkan? Apa salahku? Kenapa?


Aku menuntut otakku untuk melogikannya sebelum hatiku mulai menggoda otakku.

Otakku menjawab entah dia sang kebenaran atau sok paling benar.

Hai kamu tidak salah, kamu berbuat apa? Kamu selalu memedulikannya, kamu juga selalu mengingatnya, kamu juga selalu merindukannya, kamu bahkan selalu memikirkannya dia sedang apa? Bagaimana perasaannya? Dia sedang bahagia atau sedih. Kamu juga selalu berusaha menjadikan dia baik untuk dirinya, untuk kamu, dan orang lain. Lalu? Apa yg kamu tanyakan? Salah kenapa? Bukan salah pada dirimu sendiri, tapi salah dirinya.


Aku menangis, seakan aku memang sudah berbuat apapun untuknya, apalagi? Aku harus memohon-mohon dan menangis lagi di depannya lalu menangis di pelukannya ''jangan sakiti aku, hatiku lemah, hatiku tidak kebal, hatiku bukan jagoan''


hatiku mulai kesakitan, hatiku memberontak, hatiku yang sangat melankolis ini bahkan otakku tak pernah sejalan dengan hatiku.

Hatiku teriris, entah pisau itu pisau siapa pisau itu tajam atau tumpul?


Aku mulai menonjokkan kepalan tanganku ke dadaku yang kesakitan.

Hai cukup, aku sakiiiiit merasakan kamu kesakitan.

Hatiku menjawab, kamu yg membuat aku sakit.

Aku? Kenapa aku?

Kamu terlalu egois, kamu terlalu logis, kamu tidak memikirkan hatimu yg kesakitan apalagi kamu memikirkan hatinya yg juga kesakitan? Kamu merasa kamu memikirkan dia yg juga kesakitan? Tidak bukan? Kamu terlalu percaya kamu kuat, kamu terlalu sombong untuk tidak memberikan maaf, kamu kamu kamu itu SALAH!!!!!

CUKUP. Tau apa tentang aku? Kamu hatiku hanya tau aku mencintainya, menyayanginya, kamupun tidak tau aku tersiksa merasakan kesakitanmu!!! Berkali-kali aku seperti ini kenapa tidak kunjung berakhir? Aku lelah merasakan ini semua, kenapa? Kenapa harus ada kata pengulangan? Kenapa? Kenapa harus memaafkan orang yg telah menyakiti kita? Kenapa? Tidak sadarkah dia sangat menyakitiku berkali-kali dan selalu mungkin.

hatiku terdiam melihatku tak berdaya, hatiku juga ikut menangis. balasan apa ini?


Bisakah kau menjawab yg diluar sana, kenapa kau selalu tega mengeluarkan cercaan demi cercaan bahkan tuduhan yang sangat menyakitkan? Apa? Kamu tidak percaya aku sangat menyayangimu melebihi apapun? Aku selalu mengikuti langkahmu, menemanimu, berusaha menyisakan waktuku bahkan seakan waktuku hanya untukmu. Bodohkah aku diperdaya cinta?

Oh aku lupa, aku lah yang salah, aku aku aku yang selalu membuat masalah. kenapa aku harus mencinta jika aku menerima balasan seperti ini? Aku tau dia pasti sangat menyayangiku dan mencintaiku juga,tapi kenapa selalu melakukan seperti ini? Aku tidak ingin berpikir logis, atau aku tidak dan takut kehilangan dia?


semudah itu mengeluarkan maaf, apa dia merasakan sakitku? Sakit yg begitu dalam? Ingin rasanya aku meluapkan kesakitanku dari awal, tapi biarkan itu semua menjadi kesakitanku, yg dia tau aku yang selalu menyakitinya. AKU  AKU  AKU. Intinya di A K U.


Terkadang atau bahkan sering otakku menghajarku habis-habisan dengan mengatakan ''sudah akhiri saja, bodohnya kau selalu menerima sakit''


aku menangis, dan menangis di cengkraman hatiku.

Aku tau ini adalah sebuah proses pendewasaan, pendewasaan? Yaa aku masih labil, sangat labil. Tapi mengapa harus ada proses pendewasaan dengan saling menyakiti? intropeksi? Yaa aku tau dia mengatakan sudah intropeksi agar aku kembali padanya, aku percaya atau terpaksa percaya? Apa kau sudah intropeksi? Intropeksi apa jika masih saja seperti ini? Semua butuh proses? Yaaa proses jawabannya, aku mengorbakan hatiku untuk merasakan sakit demi sebuah proses pendewasaan.


Aku melewati jalan yang sangat panjang, selama hampir setahun dengan intesitas pertemuan yang sangat keci. Aku paham aku belum bisa bersabar, belum bisa menuruti apa yg dia inginkan, akupun sering mengatur dia harus seperti ini seperti itu padahal aku bukan siapa2 yg berhak melakukan seperti itu, akupun belum bisa mengalah layaknya perempuang berhati bersih berjiwa rendah diri, aku belum bisa meyakinkan bahwa dia hanya satu satunya, semua itu menyimpulkan aku adalah TEMPAT  BANYAK  KEKURANGAN bahkan tidak ada kelebihannya.


Semua tidak sepadan, tidak sepadan dengan kepercayaanku penuh untuk dia, tidak sepadan dengan aku yang menganggap dia sempurna, semua tidak sepadan.


Mau marah aku menulis ini? Silahkan, silahkan, silahkan, silahkan sakiti aku kalau itu memang memuaskan hatimu yang katanya selalu disakiti aku yang banyak kekurangan di matamu.

Aku tidak tau mana yang benar mana yang salah. Aku tau aku salah melakukan diam seperti ini, aku cuma tidak ingin menerima cercaan atau tuduhannya lagi yang sangat menyakitkan.


#Love is hurt, but it's becoming you strong

@my bedroom
Purwokerto, 3 august 2011 7.PM

You May Also Like

0 comment

Terimakasih sudah bersedia membaca, silahkan isi pesan dan kesan atau kritik di kolom komentar dibawah ini

INSTAGRAM