twist in my story

by - 9:30 AM

berkali kali dan lagi terulang, entah ini yang terakhir atau tidak tapi aku ingin ini terakhir, terakhir aku tersakiti, terakhir juga aku telah memberikan kesempatan, terakhir juga aku resmi berakhir segalanya.

tidak memberikan waktu bukan berati tidak memperhatikannya. Yaa, kutipan itu benar. Masalah kami berdua hanya soal waktu, sebenarnya dia yg mempermasalahkan ''waktu'' menjadi terlalu besar sampai memilih untuk berucap kasar daripada mengerti. Itu saja yang aku tangkap.

tahukah? Ketika aku menulis laporan otakku terbagi 2? Yang satu aku gunakan untuk berfikir menganalisa berbagai laporan praktikumku, yang satu lagi aku gunakan untuk membagi ruang waktu antara laporan dan memanjakan rinduku padamu, tahukah kau? yang ku tahu, aku menulis laporan seperti dikejar angin badai kerinduan, tapi aku tidak bisa berlari, aku hanya bisa berombak sejenak seperti lautan yang diterjang badai.

Aku seperti setan seperti yg kau bilang? tidakkah kau yang kesetanan? Melayani emosimu demi kepuasan hatimu yang tersakiti? Aku tidak punya hati? Tidakkah kau yang tidak punya hati? Begitu mudahnya berucap kasar menyakitiku?

Aku terdiam, meredam emosiku sendiri, bertahan dari segala ketahanan sakitku sendiri, aku tau aku salah hanya bisa berdiam, tapi itulah yang ku sikapi. Aku tidak mengabaikanmu dalam diam. Aku begitu menyayangimu, aku takut mengambil keputusan yg tidak ku inginkan, aku takut hatiku berontak, aku begitu takut. Begitu rendahnya aku yang mencintaimu.


Apakah kau menyesal teramat dalam? Aku tidak melihat penyesalanmu. Aku hanya melihat kesakitanmu sendiri, tidak melihat kesakitanku.

Kesempatan untukmu sudah habis. Aku hanya ingin bersikap bijaksana untuk hatiku, aku tidak ingin mengorbankan hatiku yang sudah selalu tersakiti, melumpuhkan pikiranku berkompromi dengan hatiku.

Terimakasih untuk kasih sayang yang besar yang kau berikan, terimakasih segala cita-cita yang pernah diimpikan bersama, terimakasih atas bimbingan yang kau berikan untukku, aku tau itu semua hanya masa lalu yang selalu membekas, aku tidak ingin membuang jauh semua itu, aku hanya ingin sejenak menenangkan hatiku, membiasakan diriku, tanpamu disisiku lagi. Maaf dari hati yg terdalam jika caraku begitu salah, jika aku seperti iblis seperti yg kau katakan, jika aku wanita yg terkutuk, maaf dari hati yang terdalam.

You May Also Like

2 comment

  1. "jika aku seperti iblis seperti yg kau katakan", did he really said that, honey?

    ReplyDelete

Terimakasih sudah bersedia membaca, silahkan isi pesan dan kesan atau kritik di kolom komentar dibawah ini

INSTAGRAM