Allah yang maha membolak balikkan hati-

by - 8:27 AM

kalau bertanya sama sendiri kenapa sih hatinya selalu ngerasa gak tau harus apa dan gak pernah ngerti. kadang kalau abis sholat terus ngomong sendiri dan berkecamuk sendiri ya Allah ini maunya hatinya gimana sih, serba salah serbaa serbaa. dan yang menuntun hati ini hanyalah diri sendiri yang memohon sama Allah.

kadang juga ngebayangin, gimana jadinya kalau saya sama laki-laki lain sementara saya masih menyimpan laki-laki itu di hati saya, otak saya, sampai darah yang mengalir di seluruh tubuh saya. bagaimana? kadang sampai meneteskan air mata dan langsung minta sama Allah jangan ya Allah jangaan gak kuat saya ngebayanginnya.

tapi perlahan saya sadar kelakuan saya kaya gitu karna kerasnya hati saya, kekeuh sama keinginan saya yang bukan dan belum tentu menjadi milik saya yang sejatinya cuma punya Allah. saya salah ngerasin dan nekat sama hati percaya kalau dia satu-satunya dan terakhir. dan saya cuma marah kecewa kesel sama hati saya sendiri bukan sama orang lain, cuma bisa diam dan nyadarin hati aja.

kemudian saya baca-baca di salah satu buku di rumah tentang Allah yang maha membolak-balikkan hati. ya Allah yang berhak, mungkin hati saya bisa berubah drastis secepatnya ketika Allah dengan mudah membalikkan hati saya ini kemudain merubah segala perasaan hati saya ini mungkin dengan cepat sedetik, setengah detik, kalau Allah yang mau gak ada yang bisa ngelawan kecuali kerasnya hati saya ini.

itulah kalau ingin mengenal diri sendiri, lunakin hati dulu deketin sama Allah. dan saya merasakan itu, ketika saya begitu jauh hati saya ini jadi keras semua yang saya mau harus saya dapetin. semua yang saya impikan harus saya dapetin. sampai saya akhirnya berada dititik yang paling bawah. dititik dimana saya kehilangan arah, prinsip, itu terjadi ketika SMA. perlahan merangkak kuliah saya mulai memahami hati saya walaupun saya masih keras hatinya tapi lebih lunak dibandingkan ketika SMA dulu.

begitu jauh lagi, saya merasakan lagi. seolah beberapa tahun yang lalu terulang lagi, gak ada yang tau bagaimana kejadian hati saya dan kondisi saya waktu itu cuma saya sendiri dan diary saya tentunya Allah :'( ini yang saya takutin ketika jauh dari Allah.

saya menyesal tidak mendengarkan oranglain, bahkan hati kecil saya. saya hanya mengikuti ego. inget kata kakak saya "menyesal itu datang di kemudian hari dan gak mungkin kamu kebelakang lagi itu akan terbawa sampai nanti"

jangan lupa puasa arafah besok :)



You May Also Like

0 comment

Terimakasih sudah bersedia membaca, silahkan isi pesan dan kesan atau kritik di kolom komentar dibawah ini

INSTAGRAM