istikharah #1

by - 8:53 AM




cerita ini sebagai catatan kehidupan, sebagaimana seperti dulu tulisanku adalah sebuah saksi dalam perjalanan.


beberapa yang minggu lalu ketika sedang galau hatinya, galau menimbang-nimbang, galau dalam mengambil langkah, sebenernya gak kepikiran tentang istikharah ini, entah karena hati ini yang sudah terlalu jauh kepadaNya atau emang pikirannya dikacauin setan -.-

ada seseorang lain datang disaat hati yang belum tertata rapih. makin kacau, karena hati yang masih berantakan sejatinya harus ditata terlebih dahulu, dibersihkan sebelum disinggahi kembali.

karena tidak ingin jatuh di lubang yang sama dan membuang kesempatan, menurutku ini sebuah kesempatan baik bukan menerima orang yang memang baik dengan niat yang baik.

selalu begitu datang di saat hati sedang kacau.

diawali dengan penyampaian abang, kemudian saya menyalakan lampu kuning bukan hijau, memberi sinyal untuk orang itu berani, maklum karena dia adalah murid, selalu begitu tidak berani. selalu dan selalu.

sampai akhirnya saya menyampaikan sedang jujur, karena orang yang paling tidak bisa menerima orang baru, harus dipelajari, dipahami, ditelaah, merasa nyaman dulu yang terpenting. selalu begitu.

dan karena sedang melangkah, dan tidak ingin mundur, dianjurkan untuk beristikharah.

memang istikharah ini tidak bisa sekali dua tiga atau mungkin sepuluh, tergantung dari pribadi masing-masing yang bersungguh-sungguh.

pengalaman #1 ini membuat saya bengong, didatangi orang yang sudah hilang, ini dikarenakan fikiran masih dikelilingi bayangan-bayangannya, hati dan harapan masih tertuju padanya. kesalahan sebenernya, seharusnya saya membersihkan terlebih dahulu, belajar ikhlas terlebih dahulu sebelum nantinya saya harus rela bahwa mungkin dia dan saya bukan berjodoh. saat ini ikhlas belumlah tercapai, masih membayangkan andaikan saja saya esok tidak bisa merasakan cinta dan rindu darinya atau untuknya. bayangan itu masih menghantui, sampai saya takut tidak bisa mencintai orang lain, takut saya tidak bisa nyaman dengan orang lain, takut untuk berpindah.

ketakutan itu masih membayangi hidup, mungkin masih ada hijab sehingga petunjuk tidak kunjung datang. malah semakin membingungkan.

dan bersyukurlah kalian yang sudah ada pasangan untuk mengajak beryakinkan diri satu sama lain merangkai mimpi yang sama, mengajak untuk menjadi kita, bersam., betapa bahagianya kalian, betapa beruntungnya kalian. 

salam,
farha

You May Also Like

0 comment

Terimakasih sudah bersedia membaca, silahkan isi pesan dan kesan atau kritik di kolom komentar dibawah ini

INSTAGRAM