story of my weeks

by - 8:56 AM

setiap minggu terlalui begitu saja,

membuka mata tanpa melihat dan merasa lagi, sebuah perasaan.


kita tidak saling tahu apakah masih saling menjaga atau tidak, tidak saling tahu apa tujuan kita sama, tidak saling tahu apakah saling menunggu dan berharap. semua karena diam, tidak pernah diselesaikan dan dijelaskan. biarlah begini adanya, sampai waktu sendiri yang menjelaskan untuk aku pergi dengan sebuah alasan yang baik.

minggu ini banyak cerita, dimulai dari bertemu dosen pembimbing yang awalnya sangat ketakutan. memang ngebayangin hal yang belum terjadi itu jauh lebih menakutkan, padahal kalo udah ketemu dosennya jadi "lah kok gak nakutin?".

ketakutan karena datanya ga bener acakadul, lama ga ketemu, ketemu-temu udah selesai, ketemu-temu udah mau lebaran haji. so sorry pak saya terlalu banyak mikir ketemu bapak, mempersiapkan segala jawaban kalo ditanya, lebih prepare biar ga oon-oon banget lah ketemu bapak. I love you pull lah pak yang udah ngemong saya, sampe saya berkali-kali "maksudnya pak?, contohnya pak?" karena susah dimengertinya penjelasan sang dosen pembimbing.

latar belakang ketakutan ketemu dosen pembimbing sama halnya ketakutan akan tidak ingin mencintai seseorang lagi, atau takut pada kenyataan kalau kita tidak dicintai lagi. dibayangin itu sangat menyeramkan. tapi lagi-lagi dilihat dari satu cerita, "kenapa harus takut kalo belum dicoba?" sayangnya hukum mencintai itu tidak untuk dicoba-coba. 

arrrgh i wanna go to place where people can't find me! dimana aku ga bisa lagi peduli atau mengetahui kehidupannya, i wanna gooooooooo. arghhh *gemessamadirisendiri*

beberapa hari yang lalu, ketika bbm-an sama kaka sepembimbingan, awalnya sih nanya tips trik bertemua pak dosen pembimbing, lah ujun-ujungnya jadi curhat karena dipancing sama ka uwi, yang kenal ka uwi tau lah gimana cara ngomong sama orang.

dibego-begoin sama ka uwi jadi perempuan, digoblok-goblokin karena baru sadar, di.... teruskan sendiri ya.

"laki kaya gitu tuh ga usah dipikirin farhaaaaaaa, ga penting. emang apa untungnya lo marah lo kesel kecewa sama laki ego begitu? udeeeeeh aaaah ga usah dipikirin ga usah sedih laki banyak" hahhaa kalo langsung ketemu orangnya gue diginiin bukan sedih tapi ketawa, cara dia ngomong pasti centil banget.

"jadi perempuan jangan bego, oon farha" buset dikatain oon, tapi emang iya sih. 

terimakasih ka uwi nasihat pertangguhan perempuannya.

sampai diakhir minggu, menemani ibu pengajian di istiqlal. re-charge, bersih-bersih, nguatin, hati. inget-inget ingatan ilmu yang selama ini pernah diperoleh di pondok, nambah-nambah ilmu. ngalap barokah, kecipratan rezeki amal sholeh. terimakasih ibu selalu membawaku dalam kebaikan, mendidikku penuh kasih sayang, mencintaiku dengan penuh sabar. 

minggu depan udah oktober, ini berarti 2 bulan lagi dari target. bismillah, robbishrohli shodri wa yassirli amri.

salam,
farha



You May Also Like

0 comment

Terimakasih sudah bersedia membaca, silahkan isi pesan dan kesan atau kritik di kolom komentar dibawah ini

INSTAGRAM