Kesulitan Mengajarkan Anak? Saatnya Lakukan Tes Kognitif

By Farhati Mardhiyah - 10:05 PM

Baca Juga


Anak malas, cara mengatasi anak malas, cara mengatasi anak kesulitan belajar,  cara mengatasi anak malas belajar , mengatasi malas belajar bagaimana, cara mengatasi anak kesulitan belajar

Berpengalaman menjadi guru awalnya ada rasa kapok dan gemas, apalagi saya mengajar murid SMP Negeri yang umumnya adalah anak dari kalangan bawah dengan lingkungan yang kurang mendukung. Lebih parah lagi, saya mengajar materi pelajaran yang selalu dibenci anak-anak, ya pelajaran "Matematika"

Guru pendamping (guru utamanya) selalu bilang ke saya, "udah mba gak apah-apah kalau udah susah ditegasin aja cubit, ada yang gak sopan langsung aja tampar pake buku, atau lempar pakai penghapus"

Dalam hati saya "whaaaat? Perilaku guru kaya gitu dibenarkan? Gak akan saya ngelakuin kaya gitu". Sayapun hanya balas menjawab "iya Buu.."

Memang tidak semua murid dapat menerima materi pelajaran Matematika, apalagi saya juga sadar tidak semua bisa melogika, memahami dengan cepat, menghafal dengan cepat, parahnya di SMP Negeri harus mengejar kurikulum loh. Makannya saya kurang nyaman waktu itu, karena saya ingin semua anak paham dulu baru ganti materi Bab baru, tapi ternyata tidak bisa. Ya gimana semua anak bisa lolos KKM? Yang ada selalu dilabelkan "Malas, lemot, Bodoh" oleh gurunya sendiri, parah kan?.

Respon guru terhadap murid seperti suka melabelkan, bertindak perilaku kasar, gemas, mungkin karena kurang pahamnya guru bagaimana kemampuan anak dalam proses belajarnya, bukan hanya mengejar nilai KKM, karena seharusnya guru tau kalau setiap anak punya kemampuan dan kecerdasan yang berbeda. Bukan hanya guru saja, sebagai orangtua yang selalu mendampingi anaknya belajar di rumah juga harus memahami hal tersebut.

Padahal orang tua dan guru memiliki peran yang sangat penting dalam mengenali dan mengembangkan potensi yag dimiliki anak, tujuannya agar anak dapat tumbuh menjadi orang yang percaya diri, optimis, berhasil serta bermanfaat untuk diri sendiri dan lingkungan. Namun, banyak sekali orang tua dan guru belum memiliki pemahaman bahwa setiap anak memiliki profil kognitif dan potensi yang unik, oleh sebab itu penting sekali untuk memahami bagaimana memahami kemampuan anak belajar dalam proses belajar.

Solusinya bagaimana supaya sebagai guru dan orang tua bisa membantu memahami kemampuan anak belajar dengan sistem pembelajaran yang ada di Indonesia?

AJT CogTest, Test Kognitif Pertama di Indonesia

Seringkali pengalaman yang telah saya ceritakan tidak asing lagi, namun banyak sekali guru dan orang tua yang memang sama sekali belum memahami bagaimana solusinya. Salah satu solusinya adalah mengetahui kemampuan kognitif atau otak dengan cara mengukurnya, sehingga dapat teridentifikasi kemampuan kognitif mana yang memperlambat anak dalam proses belajarnya. 

PT Melintas Cakrawala Indonesia (MCI) memberikan solusi dan pelayanan untuk mengetahui kecerdasan anak melalui Inovasi terbaru AJT CogTest. AJT CogTest ini merupakan Tes Kognitif pertama yang dikembangkan berdasarkan norma Indonesia dengan proses pengembangan yang sistematis melibatkan lebih dari 250 psikolog Indonesia dan hampir 5.000 anak Indonesia sehingga menghasilkan produk tes yang berkelas dunia. Landasan teori psikologi yang dipakai merupakan teori paling mutakhir dan komprehensif di dunia saat ini.

Tidak seperti alat tes kecerdasan lainnya, atau yang sering dikenal dengan tes IQ, AJT CogTest memberikan hasil yang komprehensif dari 8 bidang kecerdasan anak. Dengan melakukan tes IQ menggunakan AJT CogTest, diharapkan orang tua dan guru dapat memahami cara belajar yang terbaik untuk anak berdasarkan domain kognitif serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki anak.


Cara mengatasi anak kesulitan belajar, cara mengatasi anak malas, bagaimana mengatasi anak malas, anak malas belajar bagaimana, anak kesulitan belajar bagaimana, anak kesulitan memahami pelajaran sekolah, kesulitan memahami pelajaran


Jenis dan Biaya Tes Kognitif AJT CogTest

AJT CogTest dilakukan oleh psikolog yang  sudah mengikuti pelatihan dan disertifikasi oleh PT MCI. AJT CogTest mengukur delapan bidang kemampuan kognitif anak usia 5 sampai dengan 18 tahun sehingga kekuatan serta kelemahan kemampuan berpikir anak dalam belajar dapat teridentifikasi secara lengkap dan jelas. Jenis tes kognitif AJT terdapat 2 macam, yaitu.

AJT CogTest Full Scale dengan biaya 760.000. Test ini mampu mengidentifikasi 8 kemampuan kognitif lengkap yang menampilkan profil lengkap kekuatan dan kebutuhan belajar anak.



AJT CogTest Comprehensive dengan biaya 1.200.000. Test ini diperuntukkan ketika seorang anak memerlukan data lebih terperinci untuk dianalisis, psikolog akan merekomendasikan tambahan tes.

Hasil AJT CogTest akan dikirimkan berupa softcopy melalui surat elektronik (email) dalam waktu 7 sampai dengan 14 hari kerja setelah tes dilakukan. 

Hasil laporal AJT CogTest ini dapat digunakan orang tua dan guru untuk mengarahkan anak dengan informasi lebih lengkap dan membantu memahami pembelajaran anak, selain itu juga membantu dalam melakukan penyesuaian yang tepat terdapat pendekatan pengajaran mereka baik di sekolah maupun di rumah.

Nah, sudah saatnya Yuk Kenali anak kita dengan AJT CogTest, dengan mengetahui profil pembelajaran unik anak. Kita akan mampu memahami bagaimana mereka dapat belajar lebih baik dan efektif. Untuk informasi mengenai AJT CogTest lebih lanjut, kunjungi informasi di bawah ini.

Website
melintascakrawala.id

Instagram
@melintascakrawalaid

CS Whatsapp
087883258354

  • Share:

You Might Also Like

78 comment

  1. Terima kasih sharingnya, Mbak.
    Saya jadi bisa memahami solusinya.

    ReplyDelete
  2. Wah penting banget ini untuk para orangtua agar dapat memahami kondisi anak. Hasilnya juga dapat diberitahukan kepada guru anak kita di sekolah untuk dapat dijadikan bahan evaluasi dan perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan karakter dan minat anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. naaah iyaa andaikan seluruh sekolah punya program test kognitif buat anak gini kayaknya akan lebih optimal ya kak

      Delete
  3. wah, sekarang udah ada di Indo, harganya lumayan juga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. lumayan ini harganya tapi bisa dipake untuk masa depan anak :)

      Delete
  4. Solusi yang tepat nih, seperti saya yang kurang sabaran menghadapi anak, lebih baik di tes kognitif dulu, biar saya lebih tahu penanganan yang tepat terhadap anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayaknya lumrah ya kalau kita bisa emosi pas lagi berhadapan dengan anak kecil, huuhu harus belajar mengendalikan diri ya kak

      Delete
  5. AJT aku baru tau ada istilah ini, dulu taunya cuma tes IQ aja. Nanti kalau sudah ketahuan hasilnya apa bisa ya sekolah menyesuaikan gaya belajar anak ? Jadi ada masalah lagi ni

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ternyata gak cukup kalau cuma test IQ, nah test kognitif ini bisa menentukan minat bakat anak, jadi gak bisa dipaksakan semua anak bisa paham semua pelajaran kan

      Delete
  6. Terima kasih untuk infromasinya, mbak. saya punya 2 orang anak yang punya cara belajar yang berbeda. jadi pengin coba test ini, supaya lebih tau.

    ReplyDelete
  7. Wah jadi pengen ikutan test buat anak saya, orangtua n guru harus kerjasama ya buat perkembangan peserta didik

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups harus saling kerjasama,, kalau di rumah kan dalam pengawasan orang tua ya kak

      Delete
  8. Nanti kalau sudah nikah dan punya anak, aku mau mengenalkan anakku dengan metode menarik ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups akupun juga sepertinya akan menerapkan test kognitif buat anak deh

      Delete
  9. Artikel yang sangat informatif kak. Pengetahuan baru bagi aku, bisa juga menjadi bekal nanti pas aku sudah punya anak. Test test seperti ini jarang banget aku temui di daerahku soalnya jadi ini hal baru yang aku tahu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups kaya gini tuh testnya ada di kota biasanya ya kak, bisa juga sih konsultasi ke psikolog

      Delete
  10. Mks informasinya mba, baru tau ada test ini, bagus buat anak nih,tp msh lumayan ya biaya test nya ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya harganya lumayan banget tapi bisa menentukan masa depan anak

      Delete
  11. Ini seperti test minat dan bakatkah mb? Jadi dari test ini akan terlihat potensi anak ke arah mana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups bisa menentukan minat bakat anak, sebelumnya kita tau kemampuan kognitif anak seperti apa

      Delete
  12. Betul sekali mbak. Karena setiap anak memiliki perbedaan dari segi kogntif.dengan tes ini kita bisa mengetahui kekuatan anak sehingga metode belajar bisa disesuaikan dengan anak. Thanks mbak atas sharingnya. Sangat bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. yupss jadi guru atau orangtua gak bisa maksain cara mengajar yg sama dengan kemampuan anak yang berbeda ya kak, thanks sudah baca tulisanku :)

      Delete
  13. Iya setiap anak unik dan berbeda, saya juga terkadang bingung untuk mengarahkan anak kemana-mananya. Harus Ikut AJT kali ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. heem bisa dibantu dengan test kognitif dengan AJT kak, bisa juga sebagai orangtua melihat keseharian anak kemampuannya ada dimana lalu bisa diarahkan :)

      Delete
  14. makasih infonya kak, jadi paham tentang AJT CogTest. baiknya anak diikutkan tes ini supaya bisa arahkan kemana minat dan bakatnya :D ah, kakak emang guru idaman, sabar banget ngadepin murid. TOP :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aah aku mah gak sabar, buktinya akhirnya berhenti gak mau lagi jadi guru anak SMP, capek euuy hahaha

      Delete
  15. sangat informatif sekali artikel ini, AJTCogTest memang sangat penting untuk anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups bisa dicoba test ini untuk bantu arahkan kemampuan anak

      Delete
  16. Saya pun dulu merupakan anak yang bodoh dan benci banget matematika sejak SD! Hahha.. ditambah orangtua menuntut untuk harus selalu punya nilai bagus. Tipikal ortu zaman dulu lah. Sekarang setelah jadi orangtua, saya pun belajar dari pengalaman. Gak akan mau nuntut anak di bidang yg ga dia bisa. Lebih baik fokus ke bidang yg dia suka tapi juga jgn sampai yang dia gak suka ancur. Yang penting mencukupi naik kelas lah. Tes kognitif seperti ini akan membantu banget untuk mencari tau potensi anak sesungguhnya. Thanks for sharing! 😉

    ReplyDelete
    Replies
    1. stigma orang tua jaman dulu kalau gak bisa matematika berarti bodoh ya kak Mel? sebagai generasi milenial kita harus ubah stigma itu, semangat kak menemani tumbuh kembang anak :)

      Delete
  17. This is important for me as a parent. Belum pernah ikut tes seperti ini anak2ku.. thanks for sharing...

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups aku juga merasa ini penting banget sebagai calon ibu :)

      Delete
  18. Hihi pesan guru utamanya serem banget. Maksudnya becandaan kali ya. Walau tegas kalau bisa sih gak main fisik. Soalnya itu anak orang, bukan anak sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak itu aku shock ketemu guru matematika yang kaya gitu hiks, iyaaa gak bisa main fisik kan bahaya jugaa serem

      Delete
  19. sekarang masih ada guru yang begitu kak? :""" sedih banget sii mending di tes dulu yaa kognitifnya. infonya berguna bangeet!

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih, sedih kan kak cilla? yups test kognitif dulu deeh muridnya sama gurunya

      Delete
  20. Infonya berguna banget deh kak. Thank you for sharing yaaa

    ReplyDelete
  21. Sepertinya lagi rame ya ini test AJT. Penting buat mengetahui kemampuan anak, agar tahu apa yang tepat untuk terapkan pada anak ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups ini dikenalkan untuk masyarakat indonesia, iya bisa bantu anak diarahkan untuk masa depan kan

      Delete
  22. Aku jadi penasaran sama tes ini. Nanti klo sudah cukup umur mau aku ajak anakku ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups aku juga penasaran banget, cuss bawa anaknya kak

      Delete
  23. Dengan tes kognitif seperti ini, langsung bisa mengetahui kekuatan dan kelemahan anak kita dalam belajar ya Mbak. Kalau sudah begitu menurutku lebih mudah mengaarahkan cara belajar mereka. mungkin juga nanti jurusan yang akan mereka ambil di universitas

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups ini penting diketahui oleh Guru dan orang tua kan ya kak, yupssesuai minat bakat insya Allah yaa setelah test AJT ini

      Delete
  24. Kalau sudah tahu kelebihan dan kekurangan anak, orang tua memang akan lebih mudah dalam membina dan membimbing anak mau diarahkan ke mana ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul gak perlu lagi naik darah, teriak2, capek kan hahaha

      Delete
  25. Wahh dari dulu matematika menakutkan ya.. Aku dulu pas sekolah suka matematika karena gurunya baek mbak

    Btw mengetahui kemampuan anak penting bgt memang supaya tau gimana cara mengajarkannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku juga walaupun tegas guru matematikaku baik banget dulu gak pernah bodoh2in anak kalau dia gak bisa, yups penting banget kak ria :)

      Delete
  26. Rasio murid dan guru per kelas di sekolah negeri terlalu banyak. Mungkin beberapa guru sebetulnya tau kalau tiap anak punya kecerdasa yang berbeda, Tetapi, di satu sisi juga dikejar kurikulum.

    Di sekolah swasta juga ada minimal KKM. Tetapi, karena jumlah murid per kelas gak banyak jadi guru pun bisa lebih konsentrasi mengajar

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini karena penerapan cara mengajar di Indonesia belum pas ya kak, solusinya sebagai orangtua diusahakan anaknya semanagat belajar dan berlatih walaupun gak minat seenggaknya dia terbiasa terlatih jadi bisa dapat nilai yang baik dan tuntas KKM

      Delete
  27. Sebaiknya umur berapa anak baru bisa dilakukan tes kognitif ini?

    ReplyDelete
  28. Keren ya sekarang ada test seperti ini jd ada solusi buat anak yg kesulitan belajar juga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups bisa jadi solusi buat orang tua dan guru :)

      Delete
  29. Benar sekali, dalam potensi yang unik yang berbeda, oleh karenanya butuh yg namanya sebuah konsep pembelajaran khusus dan nampaknya melalui uji test psikologi ini menjadi satu cara utk mengetahui lebih mendalam mengenai kelebihan dan kekurangan seorang anak dlm merespon pembelajaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa orang tua ataupun guru gak bisa maksain anak untuk paham semua pelajaran, mulai sekarang bantu anak memahami dan mengerti terus berlatih juga :)

      Delete
  30. Menarik, ternyata ada ya tes begini. Baru tau saya
    Kayaknya Cah bagus perlu saya ikutkan tes ini deh, anaknya gak bisa diem banget euy

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups tes ini baru aja dikenalkan di Indonesia, semoga bisa punya kesempatan untuk tes AJT yaaa

      Delete
  31. Terima kasih sharingnya mbak. Alhamdulillah saya gak begitu sulit sih mengajarkan si kecil di rumah. Yang jadi PR ini gimana biar dia gak isengin adeknya..huhuhu. Asli deh..setiap saat adeknya diisengin muluk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups sama-sama semoga informasinya bermanfaat yaaa :)

      Delete
  32. Kalau di sekolah diadakan tes seperti ini, mungkin guru dan murid bisa makin saling memahami, ya. Nggak ada drama cubit-mencubit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga ada teriak-teriakan guru yang menggema dari ujung lorong sekolah sampai ujung kelas kak fifah :D

      Delete
  33. Dulu waktu di SMA, aku pernah ditest kognitif juga untuk tau kira2 bidang ilmu apa yang cocok aku geluti di kemudian hari. Next anakku juga mestinya dapet test kognitif juga ya agar kita bisa tau kecenderungan si anak kira2 ke arah bakat/bidang apa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah terus hasilnya gimana ngaruh gak pas milih jurusan di kuliah kak?

      Delete
  34. Aku produk sekolah negeri dan pernah ngerasain dimaki2 Guru Matematika gara2 akunya memang rada lemot ngerjain soal. Kupikir karena faktor gurunya memang galak, ternyata ada faktor guru kurang peka dengan kemampuan anak.

    Seandainya dulu sudah ada tes kognitif ini ya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. huaaaa untungnya guru matematikaku pas sd-sma baik semua kak, jadi pas aku ngajar Matematika gak mau galak2 jugaaa

      Delete
  35. Makasih mbak untuk sharingya, aku baru tau ada test seperti ini untuk anak-anak, bisa dicoba ah nanti kalau udah punya anak.

    ReplyDelete
  36. Kalau saya saat kesulitan mengajarkan anak, biasanya si anak saya ajak bersenang-senang dulu, misal ditraktir apa atau dibelikan apa yang dia sukai. Lalu perlahan2 saya arahkan untuk bisa semangat belajar

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaa kalau saya biasanya ajak cerita dulu sih kak, kalau ditraktir gitu tiap hari bangkrut hiks

      Delete
  37. Aku juga seorang guru, baru 5 tahun sih emang jadi guru.. tapi selama 5 tahun itu bener2 ngerasain betapa luar biasanya seorang guru itu.. harus mengenal berbagai karakter, mencari solusi untuk berbagai masalah anak terutama anak yang susah dalam hal kognitif dan psikomotor... harus ekstra banget emang

    ReplyDelete
    Replies
    1. naah aku yang 9 bulan aja gak tahan kak akhirnya keluar huuh, jadi guru les privat aja lah :(

      Delete
  38. cara baru nih AJT CogTest, Test Kognitif Pertama di Indonesia, untuk anak indonesia menjadi pintar

    ReplyDelete
  39. thankyou for sharing, aku jadi belajar hal hal penting buat nanti nih kalo udah punya anak

    ReplyDelete
  40. Ternyata harga tesnya lumayan juga ya mba, tapi perlu nih tes ini buat anak-

    ReplyDelete
  41. Curhatan seorang guru yaa ternyata dalam mendidik anak itu butuh peran guru dan orangtua*

    ReplyDelete

Terima Kasih sudah membaca sampai selesai-
Mari berkenalan dan saling berbagi, silahkan isi di kolom komentar