Pembangunan Keberlanjutan Dari Kekayaan Alam Tanah Papua

By Farhati Mardhiyah - 11:24 AM

Baca Juga

Era digital saat ini tidak pernah lepas dengan alat elektronik seperti smartphone, semakin dekatnya kita dengan kecanggihan teknologi, tau kah kamu? kalau terdapat komponen tembaga, emas dan mineral lainnya yang seluruhnya diperoleh dari hasil kekayaann bumi melalui kegiatan pertambangan.



Papua merupakan paket kekayaan alam yang lengkap, tidak hanya dari keindahan alam yang eksotis, keanekaragaman hayati, kearifan lokal dengan budaya yang kental, tapi juga memiliki anugerah kekayaan mineral yang terkandung dalam tanahnya. 

Bersyukurlah, salah satu Gunung yang sulit terjangkau ditemukan oleh ahli Geologi dari Belanda, ya Gunung Grasberg di tanah Papua menyimpan cadangan tembaga, emas dan perak terbaik dan terbesar di Dunia.

Bayangkan, jika tidak tersentuh ataupun tidak ditemukan, tanah Papua beserta isinya mungkin saja tidak bisa berkembang, baik dari Sumber Daya Manusia maupun kesejahteraan sosialnya. Berdasarkan The Society for Mining, Metallurgy, and Exploration Foundation, setiap bayi Amerika Serikat diperkirakan membutuhkan sekitar 3 Juta Pounds produk hasil tambang untuk bisa menjaga kelangsungan hidupnya. Faktanya memang hasil tambang seperti tembaga yang memiliki sifat sebagai penghantar listrik memang sangat dibutuhkan sebagai kebutuhan primer bukan?.

Menyadari pentingnya hasil tambang, Freeport Indonesia mengelola pertambangan di Provinsi Papua, tepatnya di Kabupaten Mimika dengan penuh tanggung jawab menganut kebijakan pembangunan berkelanjutan untuk ekonomi, lingkungan dan sosial. Tidak heran, selama 51 tahun melakukan kegiatan pertambangan cadangan tembaga dan emas terbesar di dunia, Freeport Indonesia memiliki sumbangsih bagi negeri.

Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi 


Guys, sudah tau kan? kalau PT Freeport Indonesia (PTFI) ini memiliki kegitan  menambang dan memproses bijih yang mengandung emas, tembaga dan perak dari dataran tinggi terpencil di Pegunungan Sudirman, Kabupaten Mimika, Papua yang sudah berlangsung selama 5 dekade ini. 

Perjalanan selama 50 tahun ini Freeport punya kontribusi dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Papua secara multilyer. Sejak awal melakukan kegiatan pertambangan, PTFI sudah sadar kalau dukungan masyarakat lokal sangat penting bagi keberlanjutan pembangunan di tanah Papua. 


Sejak tahun 1992 dimulainya kontrak dengan Pemerintah, PTFI sudah memberikan manfaat tidak langsung senilai 41,9 Miliar Dolar untuk Gaji karyawan, pembelian dalam negeri, pengembangan masyarakat, pembangunan daerah, investasi dalam negeri. PTFI juga memberikan manfaat langsung bagi Indonesia senilai 19,5 Miliar Dolar untuk Pajak, royalti, Dividen, bea dan pembayaran lainnya. 




Salah satu prinsip panduan sebagai tanggung jawab sosial perusahaan, PTFI menjadikan masyarakat Papua sebagai mitra dan sasaran pengembangan. PTFI berkomitmen melayani masyarakat yang menerima dampak paling besar di kegiatannya, berdasarkan riset mengenai dampak ekonomi dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masayarakat (LPEM) Universitas Indonesia, kontribusi pembentukan produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Mimika mencapai 94%, lalu disusul oleh Provinsi Papua mencapai 48% dan PDB Indonesia mencapai 0,6%. 

Apalagi setelah Pemerintah Indonesia berhasil akuisisi saham freeport pada akhir Desember 2018 melalui PT Inalum, 10 persen dari total saham 51,2% saham Freeport Indonesia dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten Mimika. Kepemilikan saham ini memberikan kebahagiaan masyarakat Papua karena PTFI  memberikan kontribusi pajak dan penerimaan negara bukan pajak semakin besar. Artinya, masyarakat Papua khususnya Mimika menjadi lebih sejahtera.

Pembangunan Infrastruktur Untuk Peningkatan Kualitas Hidup


Sebelum memulai kegiatan pertambangan, PTFI sudah mempersiapkan pembangunan infrastruktur selama 7 sampai 8 tahun dengan melibatkan 40 Negara. Umumnya pertambangan terletak di daerah terpencil dengan akses terbatas dan medan yang cukup terjal, seperti itulah gambaran lokasi kegiatan tambang tembaga pada tahun 1960 ketika belum terjamah oleh fasilitas kesehatan, pendidikan maupun kegiatan pembangunan.

Kontribusi Freeport untuk masyarakat Papua melalui penyediaan akses kesehatan, pendidikan, konektivitas melalui pembangunan jalan, jembatan dan Bandara untuk mendukung keberlanjutan dari manfaat kegiatan tambang bagi masyarakat lokal. Sejak tahun 1997, Freeport Indonesia sudah membangun infrastruktur lebih dari 3.200 unit rumah, fasilitas sosial dan fasilitas umum. 




Fasilitas kesehatan yang diberikan berupa pelayanan kesehatan di dataran rendah, tinggi, bahkan di perairan berupa klinik terapung sangat membantu masyarakat Papua untuk mendapatkan hak lingkungan yang bersih dan sehat. Terbukti, dalam kurun waktu 3 tahun 2015 - 2018,  penyakit menular seperti malaria mengalami penurunan hingga 70%, dan penyakit Tuberkulosis berhasil dikendalikan mencapai 77%. 
    
Selain membangun 2 Rumah Sakit di dataran rendah dan tinggi, PTFI juga meningkatkan dan mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Papua melalui 3 Klinik umum dan 2 Klinik spesialis yang tersebar di Mimika dengan pelayanan kesehatan gratis. PTFI juga memiliki kontribusi memberikan program kesehatan masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi penyakit  menular seperti malaria, Tuberkolosis dan HIV AIDS, serta membantu warga kampung mendapatkan akses air bersih dan sanitasi yang baik. 

Pembangunan Sumber Daya Manusia


PTFI juga memiliki fokus terhadap pembangunan dan pengembangan Sumber Daya Manusia, gunanya untuk memperkarya masyarakat asli Papua menjadi lebih mandiri dan kompeten di bidang pertambangan. Bersama LPMAK, ternyata PTFI sudah memberikan beasiswa terhadap 11.000 siswa mulai tingkat SD hingga S3.



Upaya membangun SDM unggul, PTFI juga mendirikan Balai Latihan Kerja bernama Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) dengan program magang, magang, pendidikan untuk dewasa dan D-3. Siswa yang telah lulus dari IPN memiliki kesempatan bekerja di Freeport Indonesia. 

Hingga tahun 2018, IPN telah meluluskan 4.152 siswa dimana 70 persennya sudah bekerja untuk Freeport Indonesia dan kontraktornya. PTFI juga memberikan fasilitas 5 asrama untuk siswa-siswi selama menempuh pendidikan di IPN, maklum saja hampir seluruh siswa memang merupakan warga asli Papua yang tidak hanya berasal dari Kabupaten Mimika, namun banyak yang juga berasa dari daerah terpencil.

Hingga kini, diantara Putra-Putri Papua yang telah berhasil menempuh pendidikan hingga jenjang S3 dalam bidang pertambangan di Universitas terkemuka Indonesia maupun Luar Negeri, juga menempati jabatan penting di Freeport Indonesia. 

Di antara 2.890 karyawan asal Papua yang berkerja di Freeport Indonesia, terdapat 9 karyawan sebagai Vice President, dan 50 lainnya sebagai Manajer dan Karyawan Senior. Jumlah karyawan yang telah bekerja di Freeport Indonesia sampai tahun 2018 sudah mencapai 30.524, PTFI ini menciptakan lapangan pekerjaan cukup besar di Indonesia.





PTFI  juga sangat memperhatikan pemberdayaan perempuan Papua, sejak tahun 2018 telah diberdayakan dengan diberikan ketrampilan melalui pelatihan menjahit, membuat makanan dari bahan lokal, unntuk menciptakan industri skala rumah tangga. Selain itu, PTFI  juga terus meningkatkan potensi perekonomian lokal dengan memanfaatkan pembangunan ekonomi berbasis desa yang dipadukan kearifan lokal setempat.

Dana yang telah disalurkan oleh Freeport Indonesia untuk pemberdayaan lokal di Papua sebanyak Rp 256,7 miliar. Berbagai program pemanfaatan sumberdaya alam di sekitar untuk dikelola menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar, seperti program perikanan, peternakan, pertanian dan ketahanan pangan melalui Program Ekonomi Mandiri dan Dana Bergulir LPMAK PTFI.

Dari seluruh kontribusi Freeport Indonesia untuk masyarakat Papua selama perjalanan 5 dekade atau 50 tahun ini, PTFI tidak hanya tumbuh berkembang sendiri namun menjalin kebersamaan dengan masyarakat dan Pemerintah untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan yang membawa kesejahteraan bagi lingkungan, ekonomi maupun sosial masyarakat.

  • Share:

You Might Also Like

0 comment

Terima Kasih sudah membaca sampai selesai-
Mari berkenalan dan saling berbagi, silahkan isi di kolom komentar