Ambivert, Moody dan Cara Mengatasinya

By Farhati Mardhiyah - 11:08 AM

Baca Juga


Ciri-ciri ambivert, mengenali ambivert, sifat ambivert, tanda-tanda ambivert, cara mengetahui ambivert, kamu ambivert, bagaimana mengenali ambivert, kesehatan mental, introvert, ambivert, ekstrovert, cara membedakan introvert dan ekstrovert
Matahari adalah pembangun mood terbaik, percayalah
Minggu ini saya lagi super sibuk, karena di rumah sedang mempersiapkan acara Maulid. Jadi harap maklum ya kalau saya hari ini mau ngebut 5 tulisan 30 Days Challenge dari Blogger Perempuan Network.

Kali ini saya akan membahas Fakta Soal Diri Sendiri. Sifat saya itu gimana sih? Dan gimana caranya menghadapi kekurangan saya yang nyatanya hanya bisa diterima oleh segelintir orang termasuk hanya keluarga dan beberapa inner circle persahabatan saya.

Kalian sudah tau kan Ambivert itu apa? Ambivert itu ada diantara introvert dan ekstrovert. Kalau saya perhatikan sih, teman blogger saya punya sifat introvert atau mereka salah menilai diri ya?. Yuk coba kenali Ambivert dari pengalaman yang saya rasakan.
  • Mudah merasa bosan kalau hanya diam saja
  • Gampang beradaptasi
  • Senang bergaul tapi mudah lelah kalau terlalu banyak interaksi
  • Senang keramaian tapi cepat merasa tidak nyaman
  • Moody, kalau mood jelek gampang berubah dari A ke Z, Jomplang
  • Sulit mengambil keputusan
  • Bisa jadi pendengar yang baik atau pembicara yang baik

Mudah Lelah Karena Banyak Interaksi 

Saya itu suka banget ketemu orang baru lalu dapet cerita baru, tapi sifat introvert kadang keluar, jadi suka gampang lelah karena banyak interaksi dan basa basi dengan orang baru. Nah, gimana cara menghadapinya?

Biasanya setelah banyak ketemu orang baru, saya itu jadi capek banget rasanya. Menghadapi sifat saya yang nyatanya itu kekurangan saya adalah Jangan mengacaukan mood. Ini kuncinya. Kalau pulang ke rumah, saya sering menhindar di obrolan yang sensitif, lebih sering akhirnya jadi pendengar tanpa kasih balasan argumen. 

Mood Adalah Sebuah Kunci

Moody, itu salah satu yang sering banget saya hadapi. Kalau laper, saya sering merasa kesal dan bad mood. Cara menghadapinya gimana? ya sebelum beraktifitas saya selalu isi perut, atau kalau mau presentasi dan hal penting lainnya biasanya atur mood, entah itu denger lagu yang bisa bikin mood baik, dan jangan lupa sarapan di pagi hari.

Gampang beradaptasi, ini juga sih tergantung mood. Jadi kalau mood saya baik, saya bisa ceria kebangetan, dan bisa iseng negur orang yang gak dikenal lalu iseng godain. Percaya deh kalau lagi traveling atau nanjak biasanya saya selalu iseng sama orang yang gak dikenal, sekedar "Mas sendirian? Jomblo ya?"

Tapi sayangnya, kalau Mood saya super jelek, saya cenderung diam sepanjang hari dan cuek. Maka dari itu, kunci saya adalah di Mood baik maka semua bisa berjalan dengan baik dan ceria. 

Penasehat dan Pendengar yang Baik

Banyak teman saya yang bilang kalau saya adalah pendengar yang baik, ya betul karena ada sisi introvert dari saya. Saya itu lebih suka mendengar ketimbang disuruh curhat langsung sama orang, saya lebih suka menulis untuk menuangkan rasa bahagia atau sedih (banyak galaunya ceunah). Kalau ada teman yang sedang curhat, saya cuma dengarkan dulu baru abis itu ngomong kasih petuah-petuah.

Oh iya, kalau menghadapi orang macam begini, pancing dia untuk menuangkan rasanya juga "kalau kamu gimana?" jangan selalu berbicara tapi kasih kesempatan dia untuk ngomong, karena kalau orang introvert memendam perasaannya bisa jadi terganggu kesehatan mentalnya.

Pendengar yang baik juga dikasih label teman saya, karena biasanya kalau kasih respon tidak pernah menyalahkan mereka, biasanya bilang "yaudah pasrah aja, Allah itu baik pasti kasih yang terbaik" huakakak. Ini lebih biar yang bercerita itu tidak selalu sedih.

Jadi gimana? Keliru gak kalian memahami sifat kalian? jangan-jangan kalian sama kaya saya yang punya sifat ambivert. Yuk coba kenali lagi, biar kalian menemukan cara mengendalikan diri.

Salam,



  • Share:

You Might Also Like

4 comment

  1. Awalnya sih, sempet ngira ambivert, tapi kayanya introvert yang lebih mendominasi, ibarat 65% introvert yang 35% ekstrovert
    Saya cuma bisa haha hihi atau iseng sama temen yang udah kenal, kalau belum kenal ya belum pernah sampe tahap iseng dll
    Saya bisa kok adaptasi sama lingkungan/orang baru, tapi ya sekedar gitu aja, tetep diem saya lebih mendominasi wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama awalnya aku juga introvert tapi ternyata cenderung ke ambivert karena imbang introvert ekstrovertku
      hahaha kl mood lagi bagus di adaptasi baru juga aku bisa sangat ceria mbaa, kayaknya hidupku semua tergantung mood hahaha

      Delete
  2. hai kak, aku salah satu dari populasi ambivert yang kata penelitian cukup langka jumlahnya. Saat ini aku lagi bosen bosennya di rumah, aku lulus tahun 2018 bulan agustus, aku belum kerja sampai sekarang. Bagiku kerja adalah sesuatu yang pasti dan menghasilkan uang secara berkala. Aku hanya sibuk mengisi kegiatan dengan mengajar tpa dan les yang satu free yang satu gak pasti. Untuk menjadikan mood ku berubah sangat gampang, apalagi terkait finansial, biasanya cewek juga jd gampang badmood kalo lagi bokek (menurutku), tingkat sensitivitasnya jadi tinggi gitu. Trus kak, aku dulu pas kuliah juga biasa biasa aja, gak yang belajar banget dan lebih gak suka kalo keliatan serius di hadapan temen temen kalo terkait ngerjain laporan dan tugas, selalu keliatan stay cool padahal dalemnya berantakan dan santai pol, hingga akhirnya ipk aku nanggung banget buat dapet predikat cumlaude, kurang 0,02 kak hihi. 2 minggu lalu aku ikut seleksi masuk sekolah, trus aku coba untuk mengubah kekurangan aku yang sifatnya "pasrah" mirip orang pragmatis gitu menjadi sedikit ambisius, namun aku ternyata juga lelah dan bosan menunggu pengumuman itu dan rada menyesal dg ambisi aku yang jatohnya minta cepet cepet tau apa si hasilnya ih sebel lama banget, aku tuh gak bisa lanjut ke plan berikutnya kalo yg satu ini belum ada hasil..kexel kakak..aku harus gimana yaa? kadang aku cape juga sama diri aku sendiri, karena aku tau itu salah dan sebaiknya aku gak kaya gitu, tapi aku gak bisa boong kalo aku lg lemah...hmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. haaaay shinta salam kenal, apa yang kamu rasakan juga aku rasakan sebagai tipe ambivert.

      aku sendiri dari lulus S1 belum sama sekali bekerja kantoran yang jadwalnya disiplin dan harus ada ruangan selama 8 jam, dan aku dengan extrovertku dan sisi yang lainnya bikin ga betah di rumah kadang suka tiba-tiba keluar ajaa, karena buatku di rumah itu membosankan tapi kadang juga aku seharian di rumah tapi tetap beraktivitas salah satunya ngeblog

      nah untuk tipe kaya kita emang gampang banget berubah moodnya, saranku ketika kita ngerasa lemah, dan merasa gak ada apa-apanya terima aja dulu terus jadikan bahan evaluasi dan renungan, sampai di titik oh iya ada yang salah. kalau aku sekarang lebih ke legowo, atau nerima. ambisi kita gak selamanya selurus dengan hasilnya, akhirnya kita harus ikhlas dan legowo.

      lalu mengenai pekerjaan, pasti kamu ada di rasa bosan dan pengen segera jadi karyawan kantoran. kalau aku bisa kasih saran, percayalah rezeki bisa datang dari mana aja, kalau finansial kita bokek mungkin ada gaya hidup kita yang salah dalam mengatur keuangan.

      semangaaat yaaaa :)

      Delete

Terima Kasih sudah membaca sampai selesai-
Mari berkenalan dan saling berbagi, silahkan isi di kolom komentar