Alibi Pesantren Radikal dengan Program Cepat Hafal Al-Quran

By Farhati Mardhiyah - 11:56 PM

Baca Juga

Isu radikalisme saat ini menjadi permasalahan Negara yang sangat krusial, karena bisa mengganggu ketahanan ideologi suatu Negara. Sekitar dua tahun lalu, keponakan saya hampir saja diracuni ajaran radikalisme dari sebuah Pondok Pesantren di Bogor.

Source : detik.com

Pertama kali mengunjungi Pesantren tersebut tidak ada kecurigaan, semua tampak normal seperti pesantren biasa. Namun, setelah hampir satu tahun nampak perubahan besar pada keponakan pertama saya. 

Beberapa perubahan yang nampak dan menjadi kecurigaan keluarga.
  • Seringnya mengolok perbedaan tata cara ibadah orang lain karena berbeda dengan ajaran di pondoknya
  • Selalu menyudutkan kalau tidak mengikuti ajarannya berarti "kafir"
  • Dengan bangganya mengibarkan bendera selain merah-putih
  • Adanya cerita ajaran berjihad dengan memanah dan menembak

Terakhir kali yang terdengar oleh keluarga adalah cerita tentang ajaran berjihad dengan memanah dan menembak. Memang, pondoknya mengajarkan ajaran sunnah seperti menembak dan berburu, namun tidak disangka kalau anak seusia lulus Sekolah Dasar sudah diajak berjihad.

Dari situlah keluarga akhirnya menarik kembali keponakan saya yang memang sudah lulus hafalannya 30 Juz Alquran yang ditempuh selama satu tahun. Pondok pesantren ini kecil, tidak ada basis kurikulum agama atau ilmu umum yang jelas, iming-imingnya adalah cepat hafal al-quran.

Pengalaman yang terjadi pada keponakan saya tersebut sangat mengkhawatirkan, karena dapat merusak sebuah Ideologi bangsa, apalagi di Pondok Pesantrennya tidak ada ajaran berkewergenaraan yang baik atau minimal ajaran agama dengan pendekatan budaya dan kearifan lokal. Parahnya, pondok ini sangat tertutup dengan masyarakat sekitar.

Berdasarkan kutipan Menteri Pertahanan Ryamizard Rzacudu terkait ideologi pancasila
"saat ini ancaman serius untuk negara adalah Ideologi, karena Ideologi merupakan alat pemersatu. Jika alat pemersatu dihancurkan kemungkinan besar Negara itu bubar"

Ketika ideologi rusak tentunya akan merusak sistem ketahanan Nasional, pada akhirnya Negara akan lebih semrawut bahkan kengerian seperti Negara seberang dengan munculnya perang saudara, Indonesia tidak boleh mengalami kembali masa suram tersebut. Nah, sudah tau apa saja aspek ketahanan Nasional?.

Source : Kemenko Polhukam, dalam Acara Konten Kreatif Hankam, Ruang Apung Perpustakaan Universitas Indonesia  21 Mei 2019
Rusaknya ideologi oleh paham radikalisme sangat terkait juga dengan ketahanan pertahanan dan keamanan. Paham radikalisme juga akan menurunkan kecintaan kita sebagai warga negara terhadap nilai-nilai pancasila, sejarah maupun budaya yang merupakan pondasi utama perdamaian dan persatuan bangsa. 

Bayangkan jika paham radikalisme sudah tertanam sejak usia dini ketika mereka belum bisa menilai benar atau salah seperti keponakan saya?. Ideologi rusak yang terbentuk oleh radikalisme akan membawa nasib Indonesia semakin rapuh. Bukannya, kita tidak menginginkan hal tersebut?.

Sebagai keluarga terdekat dan warga negara yang baik, kita harus melakukan upaya bertanggung jawab mulai mencegah sejak dini dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar untuk bersama mengenali adanya paham radikalisme lalu menghindarinya jangan sampai begitu mudah menyusup dalam lingkungan sekitar.

Bukan hanya tugas Kementrian Bidang Politik Hukum dan HAM (KEMENKOPOLHUKAM), aparat TNI dan POLRI, bahkan Presiden untuk menjaga stabilitas pertahanan keamanan Negara, namun merupakan tugas bersama, sesuai yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar pasal 27 ayat (3) dan pasal 30 ayat (1).

Source : Kemenko Polhukam, dalam Acara Konten Kreatif Hankam, Ruang Apung Perpustakaan Universitas Indonesia  21 Mei 2019


Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara, artinya kita tidak boleh menutup mata, telinga, dan hati dengan lingkungan sekitar. Cermati keberdaan disekitar keluarga dan sekeliling kita, ketika ada paham radikalisme lakukan pendekatan untu membuka pemikirannya kembali sesuai Ideologi negara.

Tentunya, tidak seluruh Pondok Pesantren memiliki paham radikal maupun ekstrimis. Banyak sekali pondok salaf maupun modern yang masih berdiri di garda depan untuk menjaga NKRI, biasanya dikenali dengan memberikan ajaran agama melalui pendekatan budaya setempatnya.

Saat ini, Kemenkopolhukam sedang gencar menyebarkan infromasi tentang isu-isu Polhukam, tidak hanya melalui media stream resmi polhukam, bekerjasama dengan KOMINFO dan Blogger, Polhukan memberikan wadah workshop produksi dan diseminasi "Konten Kreatif Hankam".

Tulisan ini diikut sertakan dalam workshop membuat konten selama 60 menit setelah mendengarkan penjelasan sedikit materi mengenai Polhukam oleh  Kol. Bebebn Nurpadillah, tips membuat konten oleh Pak Wicaksono "ndorokakung", dan Pembuatan konten Drone Emprit oleh Yan Kurniawan.

Jangan lupa, follow sosial media Kemenkopolhukam


Salam,

  • Share:

You Might Also Like

2 comment

  1. eh pesantren apa ini? ponakan gw jg ada yg nyantren di depok nih

    ReplyDelete
  2. Thanks for sharing, sukses terus..

    ReplyDelete

Terima Kasih sudah membaca sampai selesai-
Mari berkenalan dan saling berbagi, silahkan isi di kolom komentar