Minyak Kayu Putih dan Minyak Telon Habbie: Wangi Nempel Seharian, Ibu Lebih Rileks dan Perjalanan Menyusui Lebih Lancar

By Farhati Mardhiyah - 10:04 AM

Baca Juga


Aroma bayi memang punya khas tersendiri. Aromanya seperti candu, apalagi tercampur dengan wangi aromatic minyak telon. Saat memeluk anak, rasa lelah atau ketika sedih bisa hilang seketika. 

Gak cuma pas bayi aja sih, setelah perjalanan menyusui selama 2 tahun selesai, aktivitas mencium dan memeluk tetap jadi hobi. Ada yang sama? 

Momen setelah melahirkan tidak pernah bisa saya lupakan. Setelah mendengar suara tangis bayi, rasanya haru bahagia. Namun, perjuangan seorang Ibu ternyata baru dimulai ketika anak baru lahir di dunia.

Ingat betul rasa lelah, stress, sedih saat satu bulan pertama usia Qiya anak pertama saya. Satu-satunya yang membuat saya lebih tenang, dan bisa mengambil nafas lebih panjang adalah memeluk anak.

Perjuangan Menyusui yang Tak Mudah



Rasa bahagia setelah melahirkan seketika berubah menjadi sedih, takut, dan marah. Qiya, anak saya, lahir dengan kondisi semua normal, dan kami tidak melewatkan momen IMD (Inisiasi Menyusu Dini).

Hari Kedua, saya langsung pulang ke rumah. Bidan yang menangani saya lahiran berpesan, nantinya jika selama 3 hari ASI saya belum keluar masih wajar. Dan, tidak perlu khawatir karena bayi baru lahir bisa bertahan hingga 3 hari tanpa minum ASI.

Bayi memang direkomendasikan langsung menyusui tak lama setelah lahir, tapi sayangnya ketika momen IMD ternyata ASI saya belum keluar. 

Saat itu masih tenang, karena Bidan tidak ingin saya stress yang bisa menyebabkan ASI sulit keluar. 

Lalu, pada hari ketiga anak saya mulai rewel dan menangis tidak kunjung henti. Saya pun sampai menangis, ASI tak kunjung keluar padahal payudara rasanya sudah penuh dan tubuh saya gak karuan rasanya seperti meriang.

Untungnya, saya punya support system dari suami dan keluarga. Kami semua sepakat untuk berjuang memberikan ASI karena itu adalah hak anak yang wajib diberikan. 

Ibu saya sempat goyah ingin memberikan sufor, karena tak tega melihat cucunya menangis. Tapi,  saya tetap teguh pendirian ingin ikhtiar dulu memberikan ASI untuk anak pertama.

Akhirnya, kami ikhtiar mencari donor ASIP dari kerabat dekat. Saat itu kondisinya masih pandemi, kami bingung bagaimana caranya mendapatkan donor ASIP dengan cepat dan aman. 

Saya masih ingat betul momen kerapuhan hati, kemarahan, kekecewaan pada diri sendiri karena tidak bisa memberikan ASI. 

Bersyukur sekali, wali murid sekolah Ibu saya punya bayi 1 bulan lebih tua, dan masih memproduksi ASI melimpah. Saat itu, adik saya langsung ke rumahnya untuk minta ASI yang diperah langsung dan dikemas kantong ASI.

Alhamdulillah dalam keadaan darurat, bisa memberikan ASI meskipun hanya 60 mL untuk bayi saya. 

Tak lama, sahabat saya memberikan kabar kalau punya stok ASIP di freezer lumayan banyak. ASIP-nya juga masih 3 bulan terakhir, jadi aman dan masih fresh dikonsumsi bayi saya. 

Perjuangan tidak sia-sia, saya menjadi lebih tenang karena Qiya sudah bisa mendapatkan ASI meskipun tidak langsung dari Ibu-nya. 

Saat momen itu, saya sadar betul bahwa mengASIHI memang lkayak diperjuangkan, dan saya akan perjuangkan.

Lalu, saya pun juga berjuang dengan rajin memijat dan memompa hingga keluar sedikit demi sedikit. Suami pun ikut berjuang dengan memijat punggung saya, konon bisa membantu Ibu lebih rileks.

Takjub banget, kalau ternyata bayi itu juga penuh pengertian apa yang dirasakan Ibunya. Qiya, saat itu juga merasakan perjuangan Ibu-nya untuk mengASIhi. Berulang kali saya memberikan afirmasi ke Qiya untuk sama-sama berjuang juga "Ayo nak, kita berjuang terus menyusui langsung dari Umma ya biar keluar ASI-nya"

Meskipun tidak keluar, saya tetap menyodorkan PD untuk bayi saya. Tujuannya agar lebih sering bayi saya menghisap langsung sehingga membantu puting saya pecah dan keluar ASI-nya.

Alhamdulillah, perjuangan yang menuaikan hasil. Hari keenam, muncul kolostrum dari ASI saya. Langsung saja diberikan ke Qiya, sambil memeluk dan berulang mengucapkan terima kasih karena sudah ikut berjuang.

Pelukan Bayi dan Wanginya Aromatic Telon Habbie Membuat Lebih Rileks


Perjuangan menyusui terasa jauh lebih ringan karena kekuatan dari anak saya. Setiap pelukannya membuat saya jauh lebih tenang. Apalagi mencium aroma bayi yang khas, ditambah bercampur dengan wangi telon Habbie yang aromatic berbeda dari telon lainnya.

Saya pun jatuh cinta pertama kalinya saat mengunakan minyak telon Habbie pada Qiya. Variannya ada aroma tea series dan flower series, wanginya beneran nempel seharian jadi membuat saya makin sering memeluk Qiya.

Wanginya yang tahan lama bikin saya super excited ketika Habbie mengeluarkan Cajuput Oil atau Minyak kayu putih dengan 12 varian aroma. Saat ini andalah minyak kayu putih saya beralih ke Cajuput Oil Habbie varian aromatic vanilla.

Kandungan Telon Habbie Aman Untuk Bayi



Setiap Ibu punya struggle yang berbeda, saya percaya pastinya setiap Ibu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya.

Begitu juga dengan pilihan minyak telon untuk anak, saat bayi baru lahir langsung saya berikan telon Habbie. Kebetulan ada teman yang memberikan gift telon Habbie, dan ketika saya melihat ingredients-nya sepertinya memang lebih aman digunakan untuk bayi.

Selain perjuangan mengASIhi, pada minggu pertama bayi baru lahir muncul tanda ruam di kulit Qiya. Memang sih, kulit bayi itu masih sangat sensitif. Jadi, untuk produk skincare bayi saya cenderung pilih-pilih. 

Telon Habbie sudah terdaftar BPOM dan punya label halal, selain itu memiliki kandungan alami. Bisa cek di ingredients kemasannya, bahan utama minyak telon ini adalah minyak kayu putih, minyak adas, minyak kelapa, daun bidara, dan Lavender.

Masing-masing kandungannya ini punya manfaat untuk kulit bayi juga. Jadi, gak heran kan saya lebih memilih telon Habbie untuk anak.

Minyak Kayu Putih

Minyak yang dihasilkan dari hasil penyulingan ranting dan daun segar pohon kayu putih. Kandungan Sineol didalamnya memberikan rasa hangat ketika mengoleskan ke tubuh. Selain itu, Sineol juga bisa meredakan gatal akibat gigitan serangga.

Minyak Kelapa

Minyak kelapa biasanya digunakan untuk pijat pada orang dewasa maupun bayi. Manfaatnya pun bisa menjaga kulit tetap lembab. Selain itu, sifat antimikroba dalam minyak telon juga bisa melindungi kulit dari infeksi dan gatal-gatal.

Minyak Adas

Minyak ini hasil dari ekstrak tanaman Adas. Aromanya khas, manfaatnya bisa mengatasi begah, perut kembung, rasa mual, dan memiliki efek aromaterapi yang menenangkan.

Daun Bidara

Manfaatnya terkenal digunakan untuk terapi 'ain, mengusir jin atau gangguan sihir. Daun bidara sebenarnya sangat baik untuk melembabkan dan memiliki efek menenangkan atau anti inflamasi.

Lavender

Telon Habbie juga memiliki kandungan Lavender yang bermanfaat sebagai anti nyamuk. Selain itu, manfaat lainnya adalah melembabkan dan mencegah infeksi pada kulit.

Minyak Essensial lainnya

Aromatic dari telon Habbie berasal dari campuran essential oil didalamnya. Bukan pewangi sintetik ya, jadi aman sekali untuk bayi dan bisa berfungsi menggantikan peran parfum. Contohnya, ada sakura oil, berbagai tea oil, petuna oil, dan lainnya.

Selain itu ada kandungan minyak Argan pada Tea series yang bermanfaat untuk melindungi gigitan serangga. Dan, minyak Zaitun pada flowers series yang bermanfaat untuk melembabkan kulit.

Minyak Telon dengan Varian Aroma Terbanyak dan  Tahan Lama Wanginya

Keunggulan minyak telon Habbie, selain aromanya berbeda dari telon biasanya, Habbie punya 30 varian sekaligus. Dengan keunggulan yang ditawarkan, Habbie berhasil meraih rekor MURI pada 4 Maret 2022 sebagai Minyak Telon dengan Varian Aroma Terbanyak.

Keren kan?

Varian aroma yang banyak ini terdiri dari 15 aroma tea dan 15 aroma flower. Karakter aroma dari masing-masing varian ini beragam, dan karena menggunakan bahan essential oil (ekstrak tanaman), aroma telon Habbie tahan lama wanginya.

Makannya, namanya bukan hanya telon oil saja tapi Aromatic Telon Oil!

Untuk Cajuput Oil Habbie memiliki 12 varian yang terdiri dari 6 series vanilla dan 6 series saffron. Tidak berbeda dengan telon Habbie ya, kandungan dari minyak kayu putih Habbie juga terdiri dari bahan alami campuran berbagai essential oil pilihan. 

Review Pemakaian Minyak Telon dan Minyak Kayu Putih Habbie


Usia anak saya Qiya sudah 2 tahun, artinya saya sudah memakai telon Habbie untuk keseharian anak selama 2 tahun juga. Kenapa memilih Habbie? Menurut saya minyak telon dari Habbie lebih soft untuk bayi, tidak menimbulkan iritasi dan hangatnya pas untuk bayi.

Meredakan dan Tidak Menyebabkan Iritasi

Terbukti sih, ketika usia anak saya baru 7 hari mengalami ruam perlahan pulih setelah mengganti telonnya. 

Telon Habbie juga digunakan Qiya saat pijat massage dengan terapis langganannya. Awalnya sempat pakai minyak dari terapisnya, tapi ternyata setelah dipijat muncul bintik bruntusan. Selanjutnya pas pijit, saya selalu menggunakan minyak telon sendiri alias pakai telon Habbie ini.

Lalu, untuk minyak kayu putih Habbie pun juga sama. Kulit saya cenderung sensitif, seringnya setelah pakai minyak kayu putih akan muncul bruntusan kasar seperti ganti kulit. Nah, setelah pemakaian 2 minggu ini saya perhatikan tidak muncul bruntusan kasar. Wah, emang nyaman banget!

Aroma Telon Habbie Tahan Lama

Varian telon Habbie favorit saya cenderung pada tea series, khususnya No.7 Black Tea, 8 Oolong Tea, 12 Bouquet Tea, dan 14 Earl Grey Tea. Varian aroma tea ini lebih lembut, ada sentuhan vanilla tapi tidak terlalu manis. 

Untuk varian Flowers Series favorit saya no.1 Anggrek Bulan,  7 Petunia, dan 12 Rose. Karakter aromanya memang lebih kuat manisnya, tapi masih ada kesan segar dari aroma bunga-bungaan gitu. 

Waktu Qiya bayi ketika ketemu saudara atau teman, selalu deh ada saja yang kasih komentar "wangi banget sih, pake parfum apa?".

Lalu, saya nyeletuk "Pakai minyak telon ini, enak kan baunya".

Saking wanginya tahan lama, kadang setelah bajunya dicuci masih tercium sisa aromatic telon Habbie. Aroma wanginya tuh, bikin ketagihan mau cium terus.

Untuk ketahanan wanginya bisa dibilang sih 24 jam, karena emang nempel banget di baju. Kalau masih bayi, terkadang masih tercium di area yang teroleskan minyak telon. 

Aroma Minyak Kayu Putih Habbie Seperti Parfum

Varian minyak kayu putih Habbie favorit saya ada Madagaskar Vanilla, American Vanilla, dan Negih Saffron. Untuk varian vanilla karakternya lembut, tidak begitu nyegrak aroma manisnya, dan varian American Vanilla ada hint woody-nya juga. 

Nah, untuk aroma Negih Saffron ini lebih floral manis dengan hint fruity, jadi kesannya segar gitu kalau dipakai. Tentunya, aromanya jauh berbeda yaa sama minyak kayu putih pada umumnya. 

Menurut saya, yang gak nyaman dengan aroma minyak kayu putih yang spicy dari essential cajuput oil-nya bisa beralih ke Aromatic Habbie Minyak Kayu Putih.

Ketahanan wanginya juga bisa sampai 10 jam. Tips dari saya, pilih varian minyak kayu putih yang punya aroma mirip dengan parfum yang digunakan. Jadi, aroma dari MKP Habbie akan lebih tahan lama.

Kandungan Cajuput Oil Lebih Banyak

Awalnya saya mengira MKP Habbie hanya memberikan rasa hangat sedikit saja. Ternyata, malah lebih hangat diluar ekspektasi saya. Hangatnya tuh tidak panas yang strong, sedikit panas di awal tapi lama-lama terasa hangat di kulit.

Formula dari minyak kayu putih Habbie, 97% adalah kandungan Cajuput Oil, sisanya campuran minyak essential oil lainnya. Cocok banget, dipakai pas lagi mual, kembung, masuk angin, atau sakit perut. 

Lalu, essential oil tambahan di dalamnya juga membantu memberikan efek rileks pada tubuh. Setiap habis mandi pun, saya tidak mau kalah dengan anak, wajib banget pakai minyak kayu putih. 

Tidak Meninggalkan Bercak

Nah, ini yang saya suka dari Aromatic Habbie baik minyak telon mapun minyak kayu putih tidak meninggalkan bercak pada pakaian. Jadi, tekstur oil dari campuran bahannya sangat meresap baik di kulit. 

Aromatic Habbie Multifungsi

Nah, selain digunakan untuk menghangatkan tubuh, aromatic Habbie juga bisa digunakan untuk meredakan gatal-gatal dan mencegah dari gigitan nyamuk. Kandungan essential oil-nya punya manfaat baik selain memberikan rasa hangat.

Selain itu, aromatic Habbie baik minyak telon maupun minyak kayu putih bisa digunakan sebagai aromaterapi. Menurut saya jauh lebih murah, kalau dibandingkan essential oil di pasaran yaa.

Jika dilihat seksama, sebenarnya sama saja karena Habbie terbuat dari bahan-bahan essential oil (minyak atsiri) yang bisa kita temukan pada komposisi dengan label "OLEUM".

Kesimpulan



Aromatic Habbie ini menurut saya berhasil menggeser stigma konsumen kalau minyak telon aromanya pasti sereh, atau minyak kayu putih pasti aromanya champor atau pedas gitu. 

Tanpa meninggalkan manfaat dari minyak telon dan minyak kayu putih, Aromatic Habbie berhasil memberikan pilihan yang berbeda dan unik. Mungkin menjadi solusi dari konsumen yang tidak nyaman atau bosan dengan aroma minyak telon dan minyak kayu putih pada umumnya.

Selain itu, ada benefit tambahan lainnya yang ditawarkan Habbie yaitu memberikan rasa hangat dengan wangi yang lebih tahan lama. Efek aroma yang beragam bisa memberikan rasa rileks.

Overall, kalau ditanya saya merekomendasikan atau tidak? Jawabannya adalah worth it to buy! Apalagi buat bayi yang kulitnya sangat sensitif, pilihan minyak telon Habbie ini tepat banget.

Kalau penasaran dengan aroma varian Habbie lainnya, langsung cek website habbie.co.id atau follow Instagram @habbie_id.

  • Share:

You Might Also Like

11 comment

  1. Replies
    1. bun beneran move on deh, minyak telon Habbie ini beneran bikin candu aromanya walaupun ga bau sereh tapi syuper awetttt

      Delete
  2. wah jadi pengen nyobain minyak kayu putih habbie ini juga soalnya memang kepakai banget kan yaa nggak harus buat bayi

    ReplyDelete
  3. Iya kalau dulu wangi minyak putih dan minyak telon semuanya sama. Tapi, sekarang banyak pilihan aroma, ya. Bagus juga nih jadi bisa menyesuaikan dengan selera masing-masing.

    ReplyDelete
  4. Paling suka sma anak bayi dengan wangi khas minyak telon apalagi kalau pakai minyak telon Habbie dengan banyak pilihan aroma yang berbeda selain menghangatkan badan anak bikin anak jadi wangi seharian

    ReplyDelete
  5. Saya jadi penasaran sama harumnya, jadi ingin nyobain langsung deh.

    ReplyDelete
  6. Wah aku makin penasaran kak mau coba 2 varian diatas bismillah kandungannya keren pol juga semerbak ya harum

    ReplyDelete
  7. Setiap anak membawa kisahnya masing-masing yaa..
    Kagum dengan kteguhan hati ka Farha untuk mengASIhi dengan gigih.
    Dan anak-anak tumbuh menjadi kuat. Kalau perlu untuk minyak alami beraroma terapi, pilihan lengkap ada di produk Minyak Telon dan Minyak Kayu Putih Habbie yang aman banget untuk bayi dan balita.

    ReplyDelete
  8. Wah saya jadi ingat dulu pas anak pertama, 3 hari dari lahiran ASI nggak keluar. Jan stress banget, anak nangis terus. Terus kata ibu mertua, kembung perutnya karena kebanyakan nangis. Dulu blm banyak merek minyak kayu putih. Harus selalu setia tu minyak kayu putih klo punya baby.

    ReplyDelete
  9. Aku juga suka bgt Minyak Telon Habbie ini variannya banyak dan wanginya enak, menghangatkan tubuh si kecil terutama saat sedang di cuaca dingin

    ReplyDelete
  10. Wah, aku baru tahu nih dengan minyak Telon Habbie ini. Jadi kepengen nyoba deh. Walopun di rumah udah gak ada balita, tapi serumah seneng dengan wangi minyak telon. Seger. Bikin kepengen uyel-uyel anak bayi. Ngangenin :D

    ReplyDelete

Hi! Terima kasih sudah membaca sampai selesai-
Jika ingin bertanya, silahkan sign in Google Account/ Isi Nama dan URL terlebih dahulu agar kolom komentar kamu terlihat dan terjawab disini ya :)