Frisian Flag Kirim Peternak Sapi Perah Lokal ke Belanda

By Farhati Mardhiyah - 7:19 PM

Baca Juga

Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang mampu meningkatkan industri peternakan sapi perah melalui kerjasama dan dukungan penuh dari Pemerintah dan Sektor Swasta. 

Seberapa sering sih kalian minum susu dalam sehari? atau seminggu?. Kita sering kali mendengar untuk makan 4 sehat 5 sempurna, susu ini merupakan pelengkap untuk kebutuhan nutrisi tubuh kita. Kalau saya sendiri jarang sekali minum susu, duh sedih banget padahal susu memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh loh.

Membahas mengenai susu, jadi teringat dengan Kakek dan Nenek yang profesinya adalah peternak susu sapi perah di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Untuk orang betawi asli, pasti tidak asing lagi dengan susu sapi perah dari Kuningan yang terkenal. Sayangnya, perlahan lahan menjadi terbatas, profesi peternak sapi di daerah Kuningan perlahan menghilang, mencari susu sapi perah di Kota Jakarta-pun menjadi sangat sulit. 

Ternyata memang saat ini Indonesia sedang dihadapi dengan tantangan kurangnya jumlah peternak dan sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu di Indonesia. Waah, kira-kira apa ya penyebabnya sampai seperti itu?, yuk simak cerita pengalaman saya mendengar dan melihat langsung acara Farmer2Farmer Frisian Flag Indonesia, Jum'at 5 April 2019 di Aula Pyramid Kementerian Pertanian.


Keterbatasan Lahan, Regenerasi, dan Kurangnya Pengetahuan


Produksi susu memang bergantung pada peternak sapi perah lokal, dimana saat ini kesejahteraannya juga sangat minim. Selain itu kendala yang dihadapi peternak lokal juga disebabkan oleh keterbatasan lahan ternak, regenerasi penerus dan kurangnya pengetahuan tata cara dan kelola ternak sapi perah yang benar. Kendala yang dihadapi tersebut sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas produksi susu.

Pulau jawa memiliki dominan produksi susu yaitu 98,34% sedangkan luar pulau jawa hanya 1,66%. Dalam 5 tahun terakhir produksi susu terus menurun rata-rata 1,03% per tahun atau rata-rata sebesar 847,09 ribu ton. Prediksinya pada tahun 2017 hingga 2020 produksi susu akan mengalami defisit sebesar 71 ribu hingga 103 ribu ton.

Siapa yang tidak kenal dengan Frisian Flag?. Pasti dong kenal?. Frisian Flag Indonesia merupakan salah satu Industri pengolahan susu dalam kemasan, tentunya Frisian Flag Indonesia menggaet peternak sapi perah lokal untuk bekerja sama. Nah, Frisian Flag Indonesia terus melakukan upaya untuk meningkatkan potensi pasar bagi industri pengolahan susu di Indonesia maupun potensi pengembangan usaha untuk para peternak Indonesia.

Mulai tahun 2013, Frisian Flag Indonesia telah berkomitmen untuk menjalankan program berkelanjutan bagi peternak sapi perah lokal yaitu melalui program Farmer2Farmer yang telah menjangkau lebih dari 1.000 peternak sapi perah yang tersebar di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Peserta Peternak Sapi Perah terpilih turut hadir dalam Acara Penutupan Farmer2Farmer 2019

Apa Sih Program Farmer2Farmer?


Program Farmer2Farmer (F2F) merupakan pengembangan Dairy Development Progran dari FrieslandCampina, yang terlaksana melalui kolaborasi antara FrieslandCampina, Frisian Flag Indonesia dan Koperasi-koperasi Peternak Lokal, dimana program ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Pemerintah Negeri Belanda.

Oh ya, FrieslandCampina merupakan perusahaan induk dari FrisianFlag Indonesia, dimana memiliki salah satu tujuan mewujudkan Nourishing by Nature ke dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai tujuan jangka panjang perusahaan yaitu memberikan nutrisi yang lebih baik, meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah lokal di tempat perusahaan  beroperasi, serta membangun dunia yang lebih baik untuk generasi sekarang dan yang akan datang.

Menurut saya program ini sangat menerapkan konsep berkelanjutan, dimana seluruh sektor stakeholder dari Pemerintah dan sektor swasta bersama-sama membangun kesejahteraan peternak sapi perah lokal, yang tujuannya juga mengharapkan produktivitas susu semakin meningkat.

Program Farmer2Farmer memberikan pelatihan teknik dan manajemen bisnis yang komprehensif kepada peternak lokal. Hebatnya lagi peternak sapi perah lokal belajar langsung dengan peternak sapi perah terbaik dari Belanda, sebelum diberangkatkan di Belanda para peternak terlebih dahulu berkompetisi. 

Melalui Program Farmer2Farmer, baik dari Frisian Flag Indonesia maupun Pemerintah mengharapkan program ini sebagai wadah yang menginspirasi bagi peternak lain untuk terus memiliki motivasi menjalankan profesinya dengan penuh komitmen. Output dari program farmer2farmer sendiri adalah terjadinya peningkatan populasi sapi perah, produksi susu sapi segar dan peningkatan kualitas susu dalam negeri.

Juri Kompetisi, (dari kiri) Pak Dedi Pemenang Farmer2Farmer2015 ,  Ir. Sugiono Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Perwakilan dari Kementerian Pertanian, dan Pak Arifin Editor in Chief Kumparan


4 Peternak Sapi Perah Indonesia Terbang ke Belanda, Belajar Langsung Praktik Peternakan Sapi Perah yang Baik


Program Farmer2Farmer 2019 memasuki tahun ke-7, dimana tahun ini kompetisi diadakan bagi peternak binaan Frisian Flag Indonesia bekerja sama dengan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI)  di empat Koperasi yang tersebar di Jawa Barat dan Jawa Timur yaitu Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang-Jawa Barat, Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan-Jawa Barat, Koperasi Bangun Lestari Tulung Agung-Jawa Timur, Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur-Jawa Timur.

Tujuan utama dari program F2F ini adalah mendorong peternak sapi perah lokal untuk menerapkan praktik peternakan sapi perah yang baik (Good Dairy Farming Practice - GDFP) secara konsisten dan berkelanjutan. 

Dari 4 koperasi rekanan Frisian Flag Indonesia telah terpilih 110 peternak lokal yang berkompetisi Farmer2Farmer 2019 selama kurang lebih delapan minggu. Kompetisi ini melibatkan juri dari peternak Belanda Binaan FrieslandCampina yaitu Bu Adinda, perwakilan FFI, perwakilan media yaitu Pak Arifin, dan tenaga ahli peternakan perwakilan dan Kementerian Pertanina.

Antusiasme Peternak Sapi Perah Berkompetisi Merebutkan Hadiah Ke Belanda


Kompetisi Farmer2Farmer 2019 ditutup dengan mengumumkan para pemenang yang berhasil berangkat ke Belanda untuk belajar langsung mengenai Good Dairy Farming Practice. Ruang Aula Pyramid, Kementerian Pertanian, diramaikan oleh para undangan peserta peternak sapi perah yang terpilih dari Pangalengan, Lembang, Tulung Agung, dan Suka Makmur.

Para peserta terpilih juga menunjukkan antusiasme dan tidak sabar mendengarkan hasil pengumuman kompetisi yang telah berlangsung sejak bulan Januari 2019. Kriteria penilaian kompetisi meliputi GDFP, verifikasi lahan, pengawasan peternakan, laju peningkatan jumlah peternakan sapi perah, selain itu para peserta terpilih juga diminta membuat esai visi misi peternakan sapi perah yang akan dilakukan kedepannya termasuk regenerasinya.

Peternak Sapi Perah Tulungagung foto bersama dengan Pak I Ketut Diarmita Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian 

Suasana acara menjadi tambah ramai ketika film dokumenter perjalanan Ibu Adinda Peternak sukses dari Belanda ketika berkunjung ke 4 daerah sekaligus melakukan penjurian. Selain berkunjung, Ibu Adinda berbagi pengalaman kepada peternak lokal mengenai cara memerah sapi yang benar. 

Kebahagiaan para peternak sapi perah yang turut hadir disampaikan oleh Pak Dedi selaku Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia. Program Farmer2Farmer bagi peternak sapi perah lokal merupakan suatu harapan baru dan nafas segar untuk masa depan mereka. Melalui program ini para peternak akan mendapatkan inspirasi dan motivasi, peternak yang berhasil menang ke Belanda dapat menyerap ilmu dan bisa diterapkan langsung ketika kembali ke Indonesia.

Ibu Adinda, Peternak Sapi Perah dari Belanda

Begitu juga dengan pihak Belanda yang sangat bahagia menyambut para pemenang kompetisi Farmer2Farmer 2019, kebahagiaan ini disampaikan oleh Louis Beijer dari The Agriculture Counselor untuk Kedutaan Belanda di Indonesia. Louis menyampaikan bahwa peternak sapi perah Belanda sangat terbuka untuk berbagi pengetahuan dan pengalamannya kepada para pemenang. 

Louis Beijer dari The Agriculture Counselor untuk Kedutaan Belanda di Indonesia

Ini dia Pemenang kompetisi Farmer2Farmer 2019

Dengan hadiah juara juara 2 dan 3 dari masing-masing daerah yang mendapatkan hadiah biaya peralatan kandang, dan tentunya juara pertama memenangkan hadiah berangkat ke Belanda, juara pertama ini masing-masing daerah punya kriterianya masing-masing loh.

Para Pemenang Utama dengan Hadiah Belajar langsung GDFP di Belanda

Untuk 4 pemenang utama yaitu Yanto dari Jawa Timur dengan kategori smartpreneur yang berhasil mengembangkan bisnis peternakan sapi perahnya, Apid dari Pangalengan Jawa Barat dengan kategori penanganan kotoran desain kandang yang ideal yang berhasil mampu mengelola limbah kotoran sapi, Bu Nenih dari Lembang dengan kategori pencatatan manejemen kandang, dan Bu Mitha dari Tulungagung dengan kategori peternak yang inovatif.

Pemenang Juara 3 dengan hadiah bantuan biaya peralatan sebesar 3juta

Terlihat wajah haru dan bangga dari para pemenang utama dan juara 2 maupun 3, namun peserta lain tidak kalah merasa bangga karena telah melewati kompetisi dengan baik. Semoga para pemenang kompetisi Farmer2Farmer 2019 dapat membagikan pengetahuan mereka tentang GDFP kepada peternak lainnya sehingga akan semakin banyak peternak sapi perah yang diberdayakan dan memiliki kualitas hidup lebih baik sebagai peternak sapi perah. Semangat untuk para peternak sapi perah Indonesia, terus saling menginspirasi dan motivasi yaa!!.

Bloggercrony Squad yang turut hadir Penutupan Farmer2Farmer 2019

Salam,

  • Share:

You Might Also Like

7 comment

  1. Wah kita belajar langsung di Negara Belanda yg memang sudah kompeten dalam peternakan sapi perah ini ya kak? Bangga banget sama yg berhasil melakukan inovasi dalam pekerjaan, seperti memanfaatkan kotoran sapi menjadi energi terbarukan. Semangat maju para peternak seluruh Indonesia.

    ReplyDelete
  2. Keren juga ya ada Farmer2Farmer, apalagi hadiahnya ke Belanda. Ini sangat luar biasa buat para peternak

    ReplyDelete
  3. Wah seneng ya ada pemberdayaan peternak lokal, bukan sekedar dapet hadiah tapi juga membantu mereka menghasilkan ternak terutama sapi dan susu yg berkualitas baik.

    ReplyDelete
  4. senangnya ya mereka bisa belajar ke Belanda. Menjadi peternak itu keren ya, saya bangga lihat para peternak, apalagi yang inovatif seperti mereka :)

    ReplyDelete
  5. Prediksinya pada tahun 2017 hingga 2020 produksi susu akan mengalami defisit sebesar 71 ribu hingga 103 ribu ton.

    Waduh. Semoga setelah para peternak ke luar negeri ikut training, bisa memperbaiki hal ini

    ReplyDelete

Terima Kasih sudah membaca sampai selesai-
Mari berkenalan dan saling berbagi, silahkan isi di kolom komentar