Ibupedia Sebagai Panduan Lengkap Untuk Ibu Baru, Makin Percaya Diri dan Lebih Mandiri

By Farhati Mardhiyah - 7:24 AM

Baca Juga


lomba blog ibupedia

Depresi setelah melahirkan? Bisa saja terjadi, kalau kamu masih tergolong sebagai ibu baru sudah diberikan banyak komentar. Ya entah itu komentar cara melahirkan, merawat bayi, sampai perubahan fisik.


Yah… ini kok muncul merah-merah di pipi, gara-gara sabunnya nih gak cocok, pakai xxx aja jangan yyy kan keras ini buat kulit bayi

Iiih kok muncul bruntusan sih dek, Ummanya nih jorok bekas asi yaa

Kok udah digendong posisi gitu, nanti kakinya jadi bentuk O loo

depresi pasca melahirkan


Mungkin komentar tersebut tidak ada niat menyakiti hati, hanya sekedar kasih pendapat saja. Tapi, percayalah sebagai ibu yang baru saja melalui proses melahirkan akan jauh lebih sensitif perasaannya.


Itu yang aku rasakan di awal minggu pasca melahirkan. Padahal mungkin cuma komentar biasa saja, tapi rasanya tuh semakin merasa bersalah karena memberikan sabun bayi yang terkesan asal. Belum lagi tiba-tiba kulit wajah anakku muncul bruntusan dan jerawat kecil yang dianggap oleh orang lain itu karena tumpahan asi.


Dari banyaknya komentar inilah mengakibatkan munculnya gejala depresi setelah melahirkan. Salah satunya yang sering aku rasakan adalah gelisah, cepat marah, panik dan cemas entah itu pada diriku sendiri maupun bayiku.

Ditambah lagi kondisiku setelah 7 hari melahirkan sudah ditinggal suami pulang ke Jogja. Rasanya tuh ada yang hilang, makin cemas juga karena gak ada tempat mengeluh lagi. 

Ya, meskipun tinggal sama orang tua, sayangnya masih ada banyak tekanan efek dari “mitos cara merawat bayi” yang sudah mengakar di Ibu maupun kedua kakakku. 

gejala depresi pasca melahirkan


Faktanya, dari beberapa penelitian menyatakan ibu yang tidak tinggal bersama pasangannya setelah melahirkan memiliki peluang 2,8 kali lebih tinggi mengalami depresi pasca melahirkan

Kalau tidak segera ditangani, ibu setelah melahirkan yang mengalami depresi bisa saja menyakiti diri sendiri atau dedek bayinya. Nah, beruntungnya aku bisa cepat menyadari rasa cemas dan khawatir yang merupakan salah satu gejala depresi.

Apa saja sih gejala depresi yang perlu diketahui oleh ibu baru?


Mengenal Gejala Depresi Pasca Melahirkan


Ada gak sih yang sama dengan impianku setelah melahirkan? Maunya setelah bayi keluar dari perut gendut ini, bisa lebih santai, tidur bisa lebih lama, dan banyak me time. 


Waw, nyatanya gak bisa sesantai itu! Bagi Ibu baru yang belum punya pengalaman, pasti kaget dengan rutinitas yang jauh berbeda. Tadinya dikira bisa tidur lebih lama, ternyata awal minggu pasca melahirkan cuma bisa tidur beberapa jam saja. Jangan berharap punya tidur berkualitas, bisa merem aja udah nikmat!.


Belum lagi, bayiku belum bisa beradaptasi dengan jam tidur siang dan malam. Dua minggu setelah melahirkan aku sempat merasakan begadang karena bayiku terus menangis, minta digendong, dan terus menyusui.


Sedangkan dari pagi sampai sore, bayiku terlelap sangat nyenyak. Bisa sih ikut tidur, tapi banyak banget yang harus dikerjakan seperti mencuci popok, tertib makan teratur, wajib ngemil biar kualitas dan produksi ASI bagus.


Akibatnya dua minggu awal itu perasaanku jadi naik turun, lebih sensitif, dan gampang marah. Bahkan saat tengah malam aku sempat marah dan sedikit merasa kesal dengan bayiku karena rewel, dan sering buang air besar.


Akhirnya aku tersadar, ada yang gak beres nih dan harus segera diatasi! Akhirnya aku mencari penyebabnya, dan menemukan satu artikel depresi pasca melahirkan dari Ibupedia.

Yups, benar saja yang aku rasakan tersebut merupakan gejala depresi pasca melahirkan. Ternyata gejalanya bisa terjadi kapan saja selama dua bulan pertama setelah melahirkan. 

Sebagai ibu baru, aku pun gak sendirian mengalami emosi yang tidak stabil setelah melahirkan. Dilansir dari Ibupedia, ternyata 80 persen ibu baru bisa mengalami baby blues atau kondisi reaksi emosi tidak stabil yang dirasakan dari beberapa hari hingga seminggu setelah melahirkan.

Kalau kamu ibu baru, coba cek apakah gejala ini juga kamu rasakan?


gejala depresi pasca melahirkan


Hampir semua poin diatas aku rasakan hingga saat ini, tapi aku bisa mengontrolnya dengan baik. Seperti mudah tersinggung dengan komentar orang lain tentang cara merawat bayi baru lahir yang aku lakukan, aku balas dengan jawaban yang benar sesuai informasi akurat dari artikel-artikel yang telah aku baca.


Yuk, Ibu Baru Harus Percaya Diri!

gejala depresi pasca melahirkan


Ada baiknya mitos-mitos yang sering terdengar oleh kita harus disangkal dengan informasi yang benar. Iya, cara merawat bayi turun-temurun gak melulu harus kita ikuti.

Saat ini dengan adanya teknologi internet, informasi apapun bisa didapatkan dengan mudah. Kalau dulu kita hanya bisa mendapatkan informasi dari mulut ke mulut yang belum tentu benar.

Nah, sebagai ibu baru ada baiknya mulai mempersiapkan berbagai hal mulai dari persalinan, merawat bayi sampai tumbuh kembang anak. Salah satu cara yang paling mudah adalah mencari informasi dari berbagai sumber, boleh buku atau website parenting, sosial media parenting juga sekarang sudah banyak loh!

Kalau sudah punya bekal ilmu yang cukup, ibu baru bisa dengan mudah menjawab berbagai mitos dan komentar orang lain. Nah, kalau gini kan orang yang memberikan komentar bisa diam, eh akhirnya mendukung kamu!

Yups, itu dia caraku mengatasi rasa depresi pasca melahirkan. Kalau sebelumnya aku cuma bisa meng-iyakan, sekarang aku bisa menjawab dengan percaya diri bahkan bisa menyangkal berbagai komentar ibuku.

Eh, jangan disangka loh! Dukungan dari orang terdekat memang terbukti dari penelitian bisa meningkatkan rasa percaya diri sehingga menguatkan seorang ibu yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan bayinya.

Dari mana sih aku bisa mendapatkan informasi seputar kehamilan, kesehatan anak dan bayi, dan parenting

Tentunya bisa saja mendapatkan informasi tersebut dari buku, jurnal, artikel bahkan infografis di sosial media. Apalagi saat ini zaman sudah serba mudah, ibu baru bisa mendapatkannya dari internet. Eh, tapi harus dicatat ya harus memiliki sumber atau referensi yang terpercaya.

Salah satu website parenting yang aku andalkan sejak sebelum hamil adalah Ibupedia. Berawal dari intip infografisnya di kanal Instagram ibupedia_id , lalu merasa lebih lengkap mendapatkan informasinya di website ibupedia.

Cari Informasi Parenting Terkini dan Terlengkap? Ibupedia Saja!

Gak disangka perubahan setelah menikah bukan hanya aktivitas sehari-hari saja, tapi apa yang dibaca dan diikuti di sosial media juga berubah. Apalagi setelah mengetahui positif hamil, langsung lah follow akun sosial media parenting dan aktif membaca artikel di website parenting.

Ternyata gak cukup mencari informasi seputar kehamilan aja, sebagai ibu baru juga perlu mempersiapkan berbagai informasi seputar kesehatan bayi, merawat bayi, dan tumbuh kembang bayi.

Benar aja kan, setelah bayiku lahir banyak sekali komentar dari Eyang dan Tantenya. Contohnya, aku lebih suka gendong bayi dengan posisi gendong berbentuk m-shape atau metode kangguru.

Saat itu aku sering dikomentari, kalau terlalu sering gendong bayi nanti bau tangan dan gendong m-shape gitu belum boleh untuk bayi baru lahir karena bisa bikin bungkuk dan kakinya jadi ngangkang dan bentuk “O”. 

Awalnya sih aku tersinggung, tapi perlahan aku jelaskan sesuai dengan informasi yang aku dapatkan dari artikel 9 Manfaat Menggendong Bayi dengan Metode Kangguru. Eh, ternyata eyang dan tantenya jadi paham dan akhirnya gak berkomentar lagi deh!


Senang rasanya, Ibupedia bisa membantuku mengatasi rasa depresi pasca melahirkan dengan berbagai informasinya. Segitu lengkapnya, fitur yang ditawarkan di website mulai dari kehamilan, kelahiran, kesehatan, seputar keluarga, sampai ada referensi nama bayi yang lengkap.

Tidak hanya itu saja, Ibupedia juga memberikan panduan lengkap untuk membantu ibu mulai dari hamil sampai bayi umur 2-5 tahun. 

Untuk ibu baru seperti aku, dimudahkan sekali dengan panduan periode kelahiran yang diberikan Ibupedia. Setiap minggunya tidak hanya informasi perkembangan bayi saja, tapi ada kehidupan Bunda yang bisa dibaca sebagai pengingat maupun informasi yang perlu diketahui.


Gak perlu ragu dengan kualitas artikelnya, karena setiap informasi yang diberikan pasti ditambahkan hyperlink yang ditujukan pada sumbernya. Entah itu dari penelitian maupun artikel, sehingga kebenaran informasi dari artikel yang kita baca bisa dipertanggungjawabkan.

Gimana? Selagi baca artikel ini kamu udah cek website ibupedia? Lengkap bukan informasi seputar parenting-nya? Nah, kalau kamu sedang mempersiapkan hidup berumah-tangga, rasanya wajib deh rajin baca artikel-artikelnya.


Eits
, jangan lupa ya follow akun sosial media Ibupedia juga! Ada berbagai infografis yang selalu diberikan setiap harinya seputar kehamilan, persalinan, kesehatan, pernikahan dan topik lainnya.

Pantas saja Instagram Ibupedia sudah sampai 1juta followers, selain isi konten yang dikemas begitu menarik, Ibupedia juga kerap mengadakan acara webinar dan IG Live bersama tokoh dan expert dalam bidangnya untuk membahas topik-topik menarik seputar parenting. Eh, rutin juga loh mengadakan giveaway dan kuis berhadiah, gak rugikan mengikuti akun sosial medianya!

Nah, untuk para pembacaku yang sedang mempersiapkan menjadi ibu baru, yuk semangat! Kamu juga pasti bisa lebih percaya diri dan mandiri. Semoga bisa ikut merasakan juga ya manfaat dari Ibupedia dalam setiap proses kehidupan baru kamu setelah melahirkan











Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Ibupedia dengan Tema Pilihan “Kehamilan dan Persalinan”

Sumber Bahan Tulisan :

https://www.ibupedia.com/artikel/kelahiran/depresi-pasca-melahirkan
https://www.ibupedia.com/artikel/kelahiran/9-manfaat-menggendong-bayi-dengan-metode-kangguru
 

Jurnal 

Tri Wuriastuti dan Rofingatul Mubasyiroh. 2020. "Peran Dukungan Sosial Pada Ibu dengan Gejala Depresi Dalam Periode Pasca Melahirkan" Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat. 23(2).

  • Share:

You Might Also Like

2 comment

  1. Kemudahan mendapatkan informasi apa pun emang penting... Termasuk Ibupedia yang memberikan banyak informasi segala hal tentang bukibuk. Jadi kayak dapet temen gitu deh...kalau nemu sumber infomrasi yang terpercaya ..

    ReplyDelete
  2. Meskipun belum jadi ibu, tapi bisa lihat gimana perjuangannya. Punya pengalaman juga lihat ibu yg depresi pasca melahirkan, jadi aku ikut rawat si baby, karena memang saudara, ikut bantu mandiin, pakai baju si baby.

    ReplyDelete

Hi! Terima kasih sudah membaca sampai selesai-
Jika ingin bertanya, silahkan sign in Google Account/ Isi Nama dan URL terlebih dahulu agar kolom komentar kamu terlihat dan terjawab disini ya :)