Pentingnya Peran Ayah Agar ASI Ibu Lebih Lancar

By Farhati Mardhiyah - 11:42 AM

Baca Juga

Belakangan ini Pemerintah sedang serius memberikan edukasi mengenai isu Stunting, apalagi kejadian stunting di Indonesia memang sudah sangat memperhatikan, padahal kita akan menghadapi bonus demografi, yang semestinya bisa menjadi momen terbaik bagi Indonesia membangun Negeri. 


Kalau berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, permasalahan gizi pada Balita banyak ditemukan 30,8% pada kasus stunting. FYI, 1 dari 3 anak Indonesia mengalami stunting, penyakit stunting sendiri merupakan gagal tumbuh yang disebabkan oleh kekurangan gizi sejak bayi bahkan dalam kandungan sampai usia 2 tahun.

Kekurangan gizi pada bayi mungkin sekali disebabkan oleh tidak lancarnya ASI Ibu secara eksklusif 6 bulan di dukung dengan MP-ASI sampai 2 tahun. Korelasi yang kuat mengenai ASI dan penyakit Stunting, menjadikan dasar Pemerintah memasukkan perbaikan gizi khususnya stunting masuk dalam Prioritas pembangunan kesehatan RPJMN 2015-2019. Salah satu yang dilakukan melalui pendekatan keluarga untuk menuju Keluarga Sehat, caranya?.

Keluarga sehat memiliki 12 Indikator, salah satunya adalah mengenai ASI, dimana salah satu tanda menjadi keluarga sehat adalah terdapat bayi yang menyusui eksklusif selama 6 bulan. Nah, dalam rangka meningkatkan praktik menyusui, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus menggalakkan kampanye mengenai ASI, salah satunya adalah memeriahkan moment perayaan Pekan ASI Sedunia (PAS) 2019 pada tanggal 7 Agustus 2019, di Aula Siwabessy Gedung Prof. Sujudi, Kementerian Kesehatan.


Anak Indonesia Sehat, Indonesia Kuat


Pekan ASI Sedunia sebenarnya sudah mulai sejak awal Agustus 2019, dalam lingkungan instansi Pemerintah (PNS) diramaikan dengan berbagai lomba seperti foto dengan tema ibu bekerja dengan ASI Eksklusif dan video terkait Pekan ASI Sedunia.



Tema yang diangkat tahun inipun merupakan adapatasi dari tema global “Empower Parents, Enable Breastfeeding”. Selaras dengan program Pemerintah yang menginginkan sinergi dalam keluarga pada pengasuhan anak yang baik, bukan hanya Ibu saja yang punya peran penting, Ayah juga punya kontribusi yang sangat berpengaruh.

Dalam penyampaian sambutan, Menteri Kesehatan Ibu Nila Farid Moelok memberikan sedikit materi mengenai Keberhasilan menyusui menuju masyarakat sehat Indonesia Sehat. Ibu Nila memberikan pemaparan kalau penyakit Stunting erat hubungannya dengan Penyakit Tidak Menular.

Stunting punya resiko besar menganggu metabolisme tubuh, sangat mudah terkena diabetes lalu akan menjalar menjadi penyakit Jantung dan lainnya. Besarnya penderita Stunting juga punya potensi meningkatkan penderita Penyakit Tidak Menular, dimana bisa mempengaruhi beban keuangan negara dalam meng-cover biaya perawatan penyakit tersebut.

Upaya mencegah Stunting dapat dilakukan sedini mungkin melalui memperbaiki gizi balita, salah satunya melaksanakan praktik menyusui mulai sejak lahir dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), ASI eksklusif 6 bulan, didukung dengan MP-ASI sampai 2 tahun.

Menyusui merupakan investasi kesehatan terbaik dan termurah, begitulah yang disampaikan Ibu Nila Farid di depan 500 peserta Workshop PAS 2019. ASI diproduksi sendiri oleh Ibu tanpa membebani pengeluaran rumah tangga, selain hemat secara Individu, ASI juga akan sangat berperan menyelamatkan bagsa dari kelaparan karena gizi buruk dan kemiskinan, akhirnya akan tercapai Pembangunan Nasional Berkelanjutan.



Fakta Mengenai ASI 


Sudah tau belum, kalau ASI merupakan hak yang harus diperoleh anak sejak dari lahir dan itu sudah diatur dalam Undang-Undang didukung oleh Peraturan lain. Hak anak diperoleh juga melalui ketersediaan fasilitas ruang laktasi di ruang publik.

Mengapa anak berhak mendapatkan ASI terbaik sejak dari lahir?

Faktanya ASI dapat mencegah kematian anak dan Ibu ketika melahirkan setiap tahunnya. ASI juga dapat menurunkan resiko penyakit Diare dan infeksi lainnya, erat hubungannya juga dengan menurunkan biaya pengobatannya. Tentunya dengan memberikan ASI akan menuntaskan permasalahan gizi dan meningkatkan ketahanan pangan untuk bayi dan balita.

Selain itu, ketika menyusui pada praktik IMD, dengan sentuhan kulit ke kulit Ibu dan Bayi akan meningkatkan rasa kasih sayang dan bonding. Ibu akan melakukan reflek memberikan kelembutan kasih sayang melalui mengelus-elus anaknya ketika menyusui.

ASI dan MP-ASI merupakan kebutuhan anak untuk 80% perkembangan otaknya selama 2 tahun, 20% lebihnya berkembang diatas 2 tahun, sehingga ASI sangat berkembang untuk menghasilkan anak yang cerdas dan sehat. 

Produksi ASI yang lancar, umumnya dihasilkan dan Ibu yang bahagia dan didukung oleh lingkungan sekitar. Disinilah peran Ayah masuk untuk memberikan dukungan penuh pada Ibu menyusui dengan membantu meringankan dalam mengurus anak, ataupun membuat hati dan pikiran Ibu lebih tenang dan tidak stress.


Cara Mudah Membuat Ayah Sadar Untuk Membantu Ibu Meng-ASI-hi


Berdasarkan pengalaman Ayah ASI Sogi Indra Dhuaja, Ayah tidak akan mudah tersentuh hatinya kalau hanya diberikan edukasi kandungan baik ASI atau isu bahaya penyakit Stunting yang bisa menyerang pada usia bayi dan juga dalam kandungan.

Cara yang paling mudah menggerakkan hati seorang Ayah, dengan membuat otaknya berfikir bagaimana caranya otak anaknya berkembang dengan baik. Informasi seperti perkembangan otak anak hanya maksimal selama 2 tahun, masa ini tidak akan terulang, karena hanya tersisa 20% bisa berkembang di atas 20 tahun. 

Dengan begitu, Ayah akan tergerak hatinya untuk dengan sukarela dan senang hati membantu peran Ibu ketika harus memberikan ASI terbaik selama 6 bulan. Adapun peran Ayah ASI yang dapat dilakukan, seperti.


Memberi Dukungan, Pujian dan Motivasi


Ketika merasa lelah, perempuan biasanya akan lebih merasa lega dan tenang setelah meluapkan perasannya dengan bercerita. Suami harus berperan menjadi pendengar yang baik, lalu berikan dukungan dan motivasi untuk meningkatkan rasa percaya diri istri. Begitu juga, suami harus mempersiapkan waktu luang untuk kejujuran perasaan masing-masing dan berbagi peran mengasuh anak.

Membantu Meringankan Pekerjaan Rumah Tangga


Kebahagiaan sederhana seoarang perempuan adalah ketika pekerjaannya sedikit berkurang, suami dapat membantu tugas membersihkan rumah dengan menyapu, mengepel, atau sekedar mengangkat cucian kering di jemuran.

Berperan Dalam Mengasuh Anak


Tidak hanya pekerjaan rumah, suami yang ikut bergantian mengasuh anak juga bisa meringankan rasa lelah istri mengasuh anak dari pagi sampai pagi lagi. Hal kecil seperti mengganti popok, atau gantian menidurkan dan menggendong anaknya ketika malam hari. 

Buat Hatinya Selalu Bahagia


Kunci dari lancarnya produksi ASI dari Ibu adalah kebahagiaan. Masing-masing perempuan punya standar kebahagiaannya, ada yang hanya dikasih martabak malam hari, istri sudah merasa sangat bahagia, begitu pengalaman Sogi sebagai aktivis gerakan Ayah ASI.

Beruntungnya di era serba mudah ini, informasi mengenai peran Ayah dalam mendukung Ibu saat menyusui sangat mudah diperoleh, bahkan komunitas Ayah ASI telah aktif menyebarkan gerakan ASI di beberapa kota Indonesia. 

Tidak hanya Ayah yang berperan penting, Ibu menyusui juga membutuhkan kepedulian, komitmen dan aksi bersama dari seluruh pihak, mulai dari ayah dan ibu, keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah, tempat kerja, organisasi adalah salah satu tujuan dari rangkaian kegiatan ini adalah menggerakkan berbagai aksi perlindungan sosial orangtua yang setara gender untuk meningkatkan keberhasilan menyusui.

Salam,

  • Share:

You Might Also Like

13 comment

  1. Mengasuh anak itu bukan tugas ibu aja, ayah pun punya kewajiban yang sama. Karena anak membutuhkan keduanya, asuhan ayah dan asuhan ibu. Kalau salah satu kurang atau bahkan sampai tidak ada, jangan heran kalau nanti ada yang salah dengan anak kita.

    ReplyDelete
  2. Tentunya sangat penting, justru Ayah lah support utama busui biar makin percaya diri dan nyaman saat mengASIhi Si Kecil

    ReplyDelete
  3. Tepat dukungan dari pasangan dari awal kita hamil adalah kekuatan lho. Jadi apa ya nyaman gitu rasanya deh

    ReplyDelete
  4. Peran ayah untuk pemberian ASI sangat penting kalau menurutku, karena dialah orang yang harus dan paling utama mensupport kita dalam pemberian ASI. Dulu suamiku sampai beli buku Cerita Ayah ASI, dari situ dia belajar dan cari di internet.

    ReplyDelete
  5. Para ayah wajib tau, nih. Biar gak hanya membebankan tugas mengASIhi ke ibu. Semuanya harus berperan demi anak.

    ReplyDelete
  6. Nah bener tuh, bapak harus andil juga ya. Semua demi anak dan keluarga! Harus siap!

    ReplyDelete
  7. Yang namanya jadi orangtua itu harus erat banget kerjasamanya ya. Mudah-mudahan aku sama suami juga kelak bisa selaku kompakkk

    ReplyDelete
  8. Asi mencegah stunting.. tapi selain itu memberi asi menjalin kedekatan sama anak.. ku hepi sempet beri asi walau sambil bekerja

    ReplyDelete
  9. ayah ASI penting banget buat kelancaran pemberian ASI. Jadi busui tuh kan capek ya, gampang laper pula. Kalau ada ayah ASI yang perhatian, sedikiiiit aja, misal pijitin atau gendongin anak gitu, duh busui langsung bahagia.

    ReplyDelete
  10. Keysip. Jadi kesimpulannya kalo menekan generasi stunting di negara kita tuh dimulai dari Ibunya sendiri ya. Selain makanan yg bergizi dan nutrisi penting juga support alias mengASIHi dari para suami

    ReplyDelete
  11. Bener banget nih harus kompak ya gak.

    ReplyDelete
  12. Jadi ingat masa menyusui dulu
    Setiap aku terbangun tengha malam buat menyusui, suami pasti ikut bangun menemani, mulai dari mijetin pundak, ngambilin air anget sampai menyendawakan baby

    Ahhh... full support dari Ayah memang menjadi penentu keberhasilan ASI eksklusif pada bayi

    ReplyDelete
  13. Kesadaran seorang ayah memang masih rendah ya. Apalagi ayah yang malas membaca dan mencari informasi. Jadilah acuh dan acuh bahkan untuk buah hatinya. Moga anak Indonesia selalu sehat dan bahagia

    ReplyDelete

Terima Kasih sudah membaca sampai selesai-
Mari berkenalan dan saling berbagi, silahkan isi di kolom komentar